bacakoran.co

Tidak Sendiri, Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK Bersama Camat, Kades dan Perangkat Desa!

Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT Bersama Camat Kades dan Perangkat Desa --DetikNews

BACAKORAN.CO - KPK telah melakukan OTT (operasi tangkap tangan) terhadap Bupati Pati Sudewo.

Dalam OTT tersebut ada dua Camat, tiga Kepala Desa dan dua calon perangkat desa yang ikut terjaring OTT bersama Sudewo.

"Pertama, Kepala Daerah atau Bupati Pati. Kemudian, dua Camat, tiga Kepala Desa, dan dua calon perangkat desa," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, dilansir Bacakoran.co dari Detiknews, Selasa (20/1/2026).

Budi menyebutkan OTT terhadap Sudewo dilakukan terkait dugaan jual beli jabatan di pemerintahan desa.

BACA JUGA:Gempar, Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT oleh KPK, Satreskrim Dijaga Ketat, Kasus Apa?

BACA JUGA:Lolos dari Upaya Pemakzulan, Bupati Pati Sudewo Angkat Bicara: Komitmen Meningkatkan Kinerja!

KPK juga menduga Sudewo memasang harga untuk jabatan tertentu.

"Jadi, memang ada jumlah tertentu yang dipatok untuk mengisi suatu jabatan di lingkup pemerintah desa," kata Budi.

Budi membeberkan salah satu barang bukti yang disita ialah uang miliaran rupiah dan ia belum menjelaskan dari siapa uang itu berasal.

"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah, senilai miliaran rupiah, nanti kami akan sampaikan," ujarnya.

BACA JUGA:Geger Didesak Lengser, Bupati Pati Sudewo Gagal Dimakzulkan, Ketua DPRD: Mohon Maaf

BACA JUGA:Kasus Korupsi DJKA, Bupati Sudewo Dicecar Pertanyaan dari KPK Soal Fee Proyek!

Sudewo bersama tujuh pihak yang terjerat OTT sudah tiba di Gedung KPK, Jakarta, pagi tadi dan KPK akan mengumumkan status hukum para pihak yang terjaring OTT tersebut.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menangkap Bupati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Tidak Sendiri, Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK Bersama Camat, Kades dan Perangkat Desa!

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - kpk telah melakukan ott (operasi tangkap tangan) terhadap bupati pati sudewo.

dalam ott tersebut ada dua camat, tiga kepala desa dan dua calon perangkat desa yang ikut terjaring ott bersama sudewo.

"pertama, kepala daerah atau bupati pati. kemudian, dua camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa," kata jubir kpk budi prasetyo di gedung kpk, jalan kuningan persada, jakarta selatan, dilansir bacakoran.co dari detiknews, selasa (20/1/2026).

budi menyebutkan ott terhadap sudewo dilakukan terkait dugaan jual beli jabatan di pemerintahan desa.

kpk juga menduga sudewo memasang harga untuk jabatan tertentu.

"jadi, memang ada jumlah tertentu yang dipatok untuk mengisi suatu jabatan di lingkup pemerintah desa," kata budi.

budi membeberkan salah satu barang bukti yang disita ialah uang miliaran rupiah dan ia belum menjelaskan dari siapa uang itu berasal.

"dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah, senilai miliaran rupiah, nanti kami akan sampaikan," ujarnya.

sudewo bersama tujuh pihak yang terjerat ott sudah tiba di gedung kpk, jakarta, pagi tadi dan kpk akan mengumumkan status hukum para pihak yang terjaring ott tersebut.

sebelumnya komisi pemberantasan korupsi (kpk) membenarkan telah menangkap bupati sudewo dalam operasi tangkap tangan (ott).

“benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di pati adalah saudara sdw,” kata juru bicara kpk budi prasetyo, dilansir bacakoran.co dari , senin (19/1/2026).

untuk sejauh ini, penyidik kpk masih terus memeriksa sudewo secara intensif dan menyeluruh.

“saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di polres kudus,” tegas dia.

tapi, budi belum bisa menjelaskan soal perkara yang menjerat sudewo sehingga dia terjaring ott.

sebelum pemberitaan penangkapan terjadi, kpk sedang menggelar ott di kabupaten pati, jawa tengah.

hal ini juga disampaikan oleh juru bicara kpk, budi prasetyo.

“terkait yang di wilayah pati saat ini masih berprogres, kita sama-sama tunggu perkembangannya,” ujar budi saat ditemui di gedung kpk merah putih, jakarta, senin (19/1/2026).

kpk belum menjelaskan lebih lanjut siapa saja yang menjalani pemeriksaan.

tidak hanya itu, dia juga memastikan bahwa penyidik telah menangkap pihak terkait dalam operasi senyap ini.

“nanti kami akan update perkembangannya, siapa saja yang diamankan, siapa saja yang dilakukan pemeriksaan, nanti kami akan sampaikan,” ucap dia.

Tag
Share