bacakoran.co

Bupati Sudewo Jadi Tersangka, Warga Pati Auto Gelar Pesta Kembang Api: Ini Rasa Syukur Kita!

Warga Pati rayakan penetapan tersangka Bupati Sudewo dengan pesta kembang api, simbol syukur atas keadilan hukum dan harapan transparansi anggaran./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

BACAKORAN.CO – Suasana politik di Kabupaten Pati mendadak berguncang setelah Bupati Sudewo dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu malam, 18 Januari 2026. 

Alih-alih diliputi kesedihan, sebagian masyarakat justru menyambut kabar tersebut dengan rencana pesta rakyat sebagai bentuk syukur atas langkah hukum yang dianggap berpihak pada keadilan.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) muncul sebagai kelompok paling lantang menyuarakan euforia ini. 

Juru Bicara AMPB, Saiful Huda, menegaskan pihaknya terus mengikuti perkembangan di KPK.

 Ia menyatakan bahwa pesta rakyat akan segera digelar jika Sudewo resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"Ketika sudah ada penetapan tersangka, kami segera akan menyiapkan diri untuk syukuran rakyat Kabupaten Pati," ujar Saiful pada Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut Saiful, langkah KPK merupakan jawaban atas keresahan warga yang selama ini mendambakan penegakan hukum yang adil di daerah mereka. 

BACA JUGA:KPK Ungkap Alasan Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo Dilakukan di Kudus Usai OTT Uang Miliaran Rupiah

BACA JUGA:Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat

Penangkapan Sudewo diduga terkait praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. 

Informasi yang beredar menyebutkan, Sudewo mematok tarif tertentu bagi mereka yang menginginkan posisi strategis, mulai dari jabatan Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), hingga Sekretaris Desa (Sekdes).

Rekam Jejak Kontroversial

Rencana pesta syukuran warga bukanlah tanpa alasan. 

Sebelum kasus OTT ini mencuat, Sudewo sudah lebih dulu memicu kemarahan publik akibat kebijakan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen pada pertengahan 2025. 

Kebijakan tersebut memicu gelombang demonstrasi besar-besaran, bahkan sempat berujung pada pemblokadean Jalan Pantura oleh warga.

Bupati Sudewo Jadi Tersangka, Warga Pati Auto Gelar Pesta Kembang Api: Ini Rasa Syukur Kita!

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co – suasana politik di kabupaten pati mendadak berguncang setelah bupati dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan () oleh komisi pemberantasan korupsi (kpk) pada minggu malam, 18 januari 2026. 

alih-alih diliputi kesedihan, sebagian masyarakat justru menyambut kabar tersebut dengan rencana pesta rakyat sebagai bentuk syukur atas langkah hukum yang dianggap berpihak pada keadilan.

aliansi masyarakat pati bersatu (ampb) muncul sebagai kelompok paling lantang menyuarakan euforia ini. 

juru bicara ampb, saiful huda, menegaskan pihaknya terus mengikuti perkembangan di kpk.

 ia menyatakan bahwa pesta rakyat akan segera digelar jika sudewo resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"ketika sudah ada penetapan tersangka, kami segera akan menyiapkan diri untuk syukuran rakyat kabupaten pati," ujar saiful pada selasa, 20 januari 2026.

menurut saiful, langkah kpk merupakan jawaban atas keresahan warga yang selama ini mendambakan penegakan hukum yang adil di daerah mereka. 

penangkapan sudewo diduga terkait praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten pati. 

informasi yang beredar menyebutkan, sudewo mematok tarif tertentu bagi mereka yang menginginkan posisi strategis, mulai dari jabatan kepala urusan (kaur), kepala seksi (kasi), hingga sekretaris desa (sekdes).

rekam jejak kontroversial

rencana pesta syukuran warga bukanlah tanpa alasan. 

sebelum kasus ott ini mencuat, sudewo sudah lebih dulu memicu kemarahan publik akibat kebijakan menaikkan pajak bumi dan bangunan (pbb) hingga 250 persen pada pertengahan 2025. 

kebijakan tersebut memicu gelombang demonstrasi besar-besaran, bahkan sempat berujung pada pemblokadean jalan pantura oleh warga.

ironisnya, upaya pemakzulan melalui panitia khusus (pansus) dprd pati kala itu gagal total. 

justru para warga yang melakukan aksi protes berakhir dengan status tersangka. 

situasi tersebut menambah luka dan kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan sudewo. 

kini, dengan adanya ott kpk, warga merasa angin keadilan mulai berhembus kembali.

pesta kembang api di alun-alun pati

kegembiraan warga semakin nyata ketika pada selasa malam, 20 januari 2026, alun-alun pati dipenuhi sorak sorai dan pesta kembang api. 

perayaan ini digelar oleh sejumlah warga yang tergabung dalam ampb sebagai bentuk rasa syukur atas penetapan sudewo sebagai tersangka kasus jual beli jabatan perangkat desa.

sutikno, atau yang akrab disapa paijan jawi, menjadi penggagas acara tersebut. 

ia menegaskan bahwa pesta kembang api adalah simbol terima kasih kepada kpk.

"ini rasa syukur kita karena bupati pati sudewo ditetapkan jadi tersangka. terima kasih kpk sudah menunjukkan hukum memang harus adil, tidak boleh tebang pilih," ujar paijan.

selain itu, paijan menyampaikan harapan agar pemimpin pati berikutnya tidak arogan dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat.

"saya titip agar pati lebih baik. kalau bisa anggaran dipublikasikan dan uang rakyat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan," tambahnya.

inspirasi dari nazar botok

paijan juga mengungkapkan bahwa gerakan pesta rakyat ini terinspirasi dari pesan supriyono alias botok, seorang warga yang sebelumnya berjanji akan menyalakan petasan jika sudewo berhasil dimakzulkan.

"dulu mas botok berpesan kalau dimakzulkan menyalakan petasan. semoga mas botok segera dibebaskan," tandas paijan.

simbol perlawanan dan harapan baru

perayaan syukuran ini menjadi simbol perlawanan masyarakat terhadap kepemimpinan yang dianggap menyulitkan rakyat. 

bagi warga pati, penetapan tersangka terhadap sudewo bukan sekadar proses hukum, melainkan momentum untuk menegaskan bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan.

dengan pesta kembang api dan rencana syukuran besar-besaran, masyarakat pati menunjukkan bahwa mereka menginginkan pemerintahan yang transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan publik. 

harapan besar kini tertuju pada pemimpin selanjutnya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, serta mampu mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah daerah.

Tag
Share