bacakoran.co

Pegawai SPPG Jadi Korban Begal di Bekasi, Aksi Pelaku Terekam CCTV Saat Subuh

Pegawai SPPG Dibegal Saat Berangkat Kerja di Bekasi--

BACAKORAN.CO - Aksi kejahatan jalanan kembali menghantui warga Kota Bekasi.

Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial ADS menjadi korban pembegalan saat berangkat kerja pada Selasa pagi, 20 Januari 2026.

Peristiwa ini terjadi ketika suasana lingkungan masih sepi dan sebagian besar warga belum beraktivitas.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengungkapkan bahwa korban merupakan perempuan paruh baya yang setiap hari berangkat dini hari menuju dapur SPPG tempatnya bekerja.

BACA JUGA:Kebakaran Pabrik Minyak Goreng di Kawasan Industri Maspion Gresik, Diduga Akibat Kebocoran Pipa

Kejadian nahas itu berlangsung di Perumahan Patria Jaya, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

“Korban berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B 5178 KLL menuju tempat kerjanya,” ujar Braiel saat dikonfirmasi pada Rabu, 21 Januari 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban mengendarai sepeda motor seorang diri pada waktu subuh.

Situasi lingkungan yang masih lengang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

BACA JUGA:Viral Menu Kering Program MBG di Bekasi, SPPG Klarifikasi Kesalahpahaman dan Tambahkan Menu Pengganti

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi memperlihatkan detik-detik ketika korban dipepet oleh dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor.

Pelaku mendekati korban dari sisi kanan dan kiri, lalu memaksanya berhenti.

Dalam kondisi panik, korban tidak mampu melawan karena salah satu pelaku mengancam menggunakan senjata tajam.

“Korban dipaksa menepi dan diancam dengan senjata tajam. Akibatnya, motor korban tersungkur dan langsung dirampas oleh pelaku,” jelas Braiel.

Pegawai SPPG Jadi Korban Begal di Bekasi, Aksi Pelaku Terekam CCTV Saat Subuh

Melly

Melly


bacakoran.co - aksi kejahatan jalanan kembali menghantui warga kota bekasi.

seorang pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi () berinisial ads menjadi korban pembegalan saat berangkat kerja pada selasa pagi, 20 januari 2026.

peristiwa ini terjadi ketika suasana lingkungan masih sepi dan sebagian besar warga belum beraktivitas.

kasat reskrim polres metro bekasi kota, akbp braiel arnold rondonuwu, mengungkapkan bahwa korban merupakan perempuan paruh baya yang setiap hari berangkat dini hari menuju dapur sppg tempatnya bekerja.

kejadian nahas itu berlangsung di perumahan patria jaya, kelurahan jatirahayu, kecamatan pondok melati, kota bekasi.

“korban berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor honda beat dengan nomor polisi b 5178 kll menuju tempat kerjanya,” ujar braiel saat dikonfirmasi pada rabu, 21 januari 2026.

berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban mengendarai sepeda motor seorang diri pada waktu subuh.

situasi lingkungan yang masih lengang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

rekaman kamera pengawas (cctv) di sekitar lokasi memperlihatkan detik-detik ketika korban dipepet oleh dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor.

pelaku mendekati korban dari sisi kanan dan kiri, lalu memaksanya berhenti.

dalam kondisi panik, korban tidak mampu melawan karena salah satu pelaku mengancam menggunakan senjata tajam.

“korban dipaksa menepi dan diancam dengan senjata tajam. akibatnya, motor korban tersungkur dan langsung dirampas oleh pelaku,” jelas braiel.

aksi tersebut berlangsung cepat dan terorganisir.

setelah berhasil menguasai sepeda motor korban, kedua pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.

korban tetap berangkat kerja dengan berjalan kaki

usai kejadian, korban ditinggalkan seorang diri di lokasi pembegalan.

meski mengalami trauma dan syok, ads tetap berusaha melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya yang jaraknya sudah tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian.

“setelah motor dikuasai pelaku, korban ditinggalkan di tempat kejadian dan melanjutkan perjalanan ke tempat kerja dengan berjalan kaki,” ungkap braiel.

pihak kepolisian menyebutkan bahwa korban segera melapor setelah kejadian, sehingga proses penyelidikan bisa langsung dilakukan.

polisi saat ini mengumpulkan keterangan saksi serta menganalisis rekaman cctv di sekitar perumahan.

ketua rt setempat, warsono, membenarkan bahwa wilayah tersebut sedang dalam kondisi sepi saat kejadian berlangsung.

menurutnya, waktu subuh menjadi celah bagi pelaku kejahatan karena sebagian besar warga masih tertidur.

“korban itu teriak-teriak minta tolong, tapi kejadiannya sekitar jam setengah empat pagi. warga masih banyak yang tidur, jadi tidak ada yang bisa langsung menolong,” kata warsono.

warsono juga mengungkapkan bahwa korban diduga sudah dibuntuti oleh pelaku sejak berada di luar kompleks perumahan.

begitu memasuki area yang lebih sepi, pelaku langsung melancarkan aksinya.

“kayaknya dari luar sudah diikuti. baru kali ini kejadian seperti ini di lingkungan sini,” tambahnya.

polres metro bekasi kota kini membentuk tim khusus untuk memburu pelaku pembegalan tersebut.

polisi mendalami kemungkinan adanya jaringan pelaku begal yang beraksi di wilayah pondok melati dan sekitarnya, terutama pada jam-jam rawan.

akbp braiel mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat beraktivitas pada dini hari.

ia juga meminta warga segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan di lingkungan sekitar.

kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman serius, terutama bagi pekerja yang harus berangkat lebih awal. 

kepolisian memastikan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan pembegalan.

Tag
Share