Warga Rohingnya di Pekanbaru Gelar Demo Bikin Netizen Geram, Tuntut Bantuan Tunai hingga Penddikan Gratis
Ratusan pengungsi Rohingya di Pekanbaru gelar aksi damai, menuntut kenaikan bantuan bulanan, akses kesehatan, dan pendidikan gratis anak-anak.--Instagram @medsoszone
"Bagaimana kami hidup. Kebutuhan makan, susu anak sampai kesehatan di rumah sakit tidak lagi mencukupi uang yang diberikan," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com.
Ia menambahkan, IOM sudah tidak lagi menyediakan fasilitas tempat tinggal yang layak, sehingga bantuan yang diterima harus dialihkan untuk membayar kontrakan rumah.
Aspirasi Pendidikan Anak
Selain menuntut kenaikan bantuan bulanan, massa aksi juga menekankan pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak Rohingya.
Mereka berharap adanya fasilitas pendidikan gratis yang dapat menjamin masa depan generasi muda hingga tahun 2026.
Menurut para pengungsi, keterbatasan akses pendidikan membuat anak-anak mereka semakin terpinggirkan dan sulit beradaptasi dengan lingkungan sosial di Indonesia.
Selama ini, sebagian besar bantuan disalurkan melalui kerja sama antara pemerintah, organisasi internasional, dan lembaga kemanusiaan.
Namun, para pengungsi menilai koordinasi tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan mendesak yang mereka hadapi.
Respons Pemerintah dan Pengamanan Aksi
BACA JUGA:KPK Temukan Uang Rp2,6 Milyar Hasil Pemerasan Bupati Pati Sudewo Didalam Kresek Hitam
BACA JUGA:Sosok Syifa Viral Jadi Tentara AS, WNI Berhijab yang Terancam Kehilangan Kewarganegaraan
Aksi damai tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Situasi di lokasi terpantau kondusif hingga demonstrasi berakhir.
Pihak berwenang setempat menyatakan telah menerima aspirasi para pengungsi dan berkomitmen untuk menyampaikannya kepada instansi terkait.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pendekatan kemanusiaan tetap menjadi prioritas dalam menangani isu pengungsi, sekaligus menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat.
Pengamat sosial menilai aksi ini mencerminkan meningkatnya tekanan hidup yang dialami para pengungsi Rohingya di Indonesia.
Mereka menekankan perlunya koordinasi lebih intensif antara pemerintah pusat, daerah, serta organisasi internasional agar kebijakan penanganan pengungsi lebih berkelanjutan dan manusiawi.
Hingga aksi berakhir, para pengungsi berharap tuntutan mereka dapat menjadi perhatian serius dari berbagai pihak.