bacakoran.co

Viral Cabut MBG 2 Siswa, Ini Sosok Dewi Ratih Kepala SPPG di Trimulyo Lampung

Dewi Ratih Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Trimulyo viral setelah stop MBG 2 Siswa--X

Viral Cabut MBG 2 Siswa, Ini Sosok Dewi Ratih Kepala SPPG di Trimulyo Lampung

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co - nama dewi ratih mbg mendadak menjadi sorotan publik setelah viral kabar dua anak di desa trimulyo, kecamatan tegineneng, kabupaten pesawaran, lampung, tidak lagi menerima makan bergizi gratis (mbg).

kasus mbg trimulyo lampung ini ramai diperbincangkan di media sosial karena diduga dipicu kritik orang tua siswa terhadap pelaksanaan program tersebut.

dua anak yang dimaksud merupakan siswa dari lembaga pendidikan berbeda. anak pertama berinisial al, siswa madrasah ibtidaiyah al fatah al, sedangkan adiknya ar tercatat sebagai siswa raudhatul athfal (ra) ma’arif di kecamatan tegineneng.

keduanya sebelumnya tercatat sebagai penerima aktif program mbg trimulyo lampung.

dalam struktur pelaksana program, dewi ratih mbg diketahui menjabat sebagai kepala dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) desa trimulyo.

ia menjadi pihak yang bertanggung jawab atas keputusan penghentian sementara mbg terhadap dua siswa tersebut.

kasus ini mencuat setelah ibu kandung al dan ar mengunggah kritik terkait kebijakan dapur mbg di media sosial.

unggahan tersebut kemudian viral dan memicu perhatian publik, hingga menyeret nama dewi ratih mbg ke ruang perbincangan nasional.

klarifikasi dewi ratih soal tuduhan intimidasi

menanggapi isu yang beredar, dewi ratih membantah melakukan intimidasi terhadap keluarga siswa.

ia mengakui sempat mendatangi rumah orang tua al dan ar untuk memberikan penjelasan langsung terkait aturan pembagian mbg.

"betul saya datang ke rumah orang tuanya dan menjelaskan aturan terkait pembagian mbg di dapur sppg, namun ibunya menyatakan bahwa tidak masalah anaknya tidak dapat mbg," kata ratih.

dalam pertemuan tersebut, suasana sempat memanas.

dewi ratih menyebut dirinya menyarankan agar mbg ditolak saja apabila memang tidak ingin menerima bantuan tersebut.

keputusan akhir pun diambil oleh pihak orang tua.

keputusan penghentian mbg dan aturan internal

menurut penjelasan dewi ratih, penghentian mbg bukanlah tindakan sepihak tanpa dasar.

ia menyebut dalam aturan internal sppg, terdapat mekanisme sanksi yang memungkinkan pemutusan sementara bantuan bagi siswa maupun sekolah.

"dan menurut aturan, kami bisa memutus mbg siswa bahkan sekolah, dan untuk anak yang dua ini, sebetulnya dapat setiap hari, dan saya ada buktinya. kan ada anak-anak yang tidak masuk, dan jatah mereka diberikan ke yang bersangkutan," ungkapnya.

dalam kasus mbg trimulyo lampung, dewi ratih mengaku sanksi yang dijatuhkan bersifat sementara, yakni selama satu minggu tanpa pemberian mbg.

dampak kritik medsos terhadap program mbg trimulyo lampung

dewi ratih juga menilai kritik yang disampaikan orang tua siswa melalui media sosial telah berdampak negatif terhadap citra dapur sppg desa trimulyo.

ia menyebut unggahan tersebut merugikan dan mencoreng nama baik pelaksana program.

kasus dewi ratih mbg ini kini menjadi perhatian publik, sekaligus membuka diskusi luas mengenai batasan kritik masyarakat, transparansi program bantuan pemerintah, serta perlindungan hak anak sebagai penerima manfaat.

hingga saat ini, polemik mbg trimulyo lampung masih terus menjadi perbincangan, baik di media sosial maupun ruang publik lokal lampung.

Tag
Share