3 Bekal Penting Menyambut Ramadhan ala Ustadz Abdul Somad, Siapakah Sudah Siap?
Bulan suci Ramadhan semakin dekat dan menjadi momen yang dinanti untuk meraih keberkahan.--Tiktok-@lovelysun0101
BACAKORAN.CO - Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah semakin menjelma di depan mata, menjadi momen yang dinantikan dengan harap tinggi oleh seluruh umat Muslim di Indonesia dan dunia.
Untuk meraih keberkahan maksimal dalam bulan mulia ini, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik.
Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya ada tiga bekal penting yang harus dimiliki untuk menyambut Ramadhan dengan penuh makna dan keberkahan.
1. Bertaubat dengan Sungguh-sungguh (Taubat Nasuha)
BACA JUGA:4 Persiapan Hati Menyambut Ramadhan ala Ustadz Hilman Fauzi, Wajib Tahu!
Melansir dari video youtube @Sebuahkata20, Menurut Ustadz Abdul Somad, langkah awal yang paling krusial untuk menyambut Ramadhan adalah melakukan taubat nasuha taubat yang tulus dan sepenuh hati dari segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Taubat nasuha bukan hanya sekadar mengucapkan kalimat taubat, melainkan juga diiringi dengan kesadaran yang mendalam dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan salah di masa depan.
Ibadah puasa dan aktivitas spiritual lainnya akan lebih bermakna jika dilakukan dengan hati yang telah dibersihkan melalui taubat.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa taubat nasuha menjadi fondasi untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT, membuka pintu ampunan-Nya, dan mempersiapkan hati untuk menerima keberkahan Ramadhan secara maksimal.
BACA JUGA:Bulan Ramadhan Semakin Dekat! 4 Keistimewaan Ramadhan Ala Ustadz Adi Hidayat
BACA JUGA:5 Persiapan Sebelum Bulan Ramadhan & Cara Puasa yang Benar Menurut Islam Ala Ustadz Hilman Fauzi
2. Memperbanyak Membaca dan Memahami Al-Qur'an
Ramadhan dikenal sebagai bulan di mana Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Oleh karena itu, memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur'an selama bulan ini menjadi bekal penting kedua yang sangat dianjurkan oleh Ustadz Abdul Somad.
Banyak orang hanya fokus pada menyelesaikan bacaan Al-Qur'an tanpa memahami makna yang terkandung di dalamnya.