Longsor di Cisarua Bandung Barat Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Tewas dan 84 Warga Masih Dicari
Proses evakuasi jenazah korban longsor dilakukan oleh petugas di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.--(Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Selain korban meninggal dunia, sebanyak 21 warga berhasil selamat dari bencana tersebut.
Para korban selamat saat ini mendapatkan penanganan medis dan bantuan awal dari pemerintah desa serta tenaga kesehatan setempat.
Beberapa di antaranya mengalami luka ringan hingga trauma akibat peristiwa longsor yang terjadi secara tiba-tiba pada dini hari.
“Untuk 21 korban yang selamat, mereka saat ini ditangani oleh Puskesmas Pasirlangu, sebagian ada yang di posko kantor desa,” kata Nur Awaludin.
Pemerintah desa bersama aparat terkait telah mendirikan posko darurat di Kantor Desa Pasirlangu yang dijadikan sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.
BACA JUGA:Kabar Duka Lula Lahfah, Weird Genius Batalkan Konser OPPO, Ini Pernyataan Resminya
Dari posko tersebut, petugas melakukan pendataan korban, pemantauan kondisi lingkungan sekitar lokasi longsor, serta koordinasi dengan tim pencarian dan evakuasi.
Posko juga difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya terdampak langsung oleh longsoran tanah.
Nur Awaludin menjelaskan bahwa warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor, khususnya yang berada dalam radius sekitar 100 meter dari titik kejadian, sempat dievakuasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan.
Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil akibat hujan yang belum sepenuhnya reda.
Namun demikian, ia menyebutkan bahwa sebagian pengungsi nantinya akan dipulangkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lapangan.
BACA JUGA:Mengerikan! Pohon Besar Tumbang di Bandung Barat, Timpa 3 Mobil dan Pemotor Akibat Cuaca Ekstrem
BACA JUGA:Sirene Pintu Air 10 Cisadane Tangerang Meraung Keras, Debit Air Sungai Naik Drastis
“Jumlah data masih bisa berubah. Kita terus monitor dari posko kantor desa. Sebagian warga yang rumahnya radius 100 meter masih mengungsi, cuma kita akan pulangkan sebagian karena fokus pengungsian buat mereka yang rumahnya terdampak,” jelasnya.