Banjir Bandang Pemalang Telan 1 Korban Jiwa Terseres Arus, BPBD Evakuasi Warga
Banjir bandang Pemalang 2026 rusak rumah, ribuan ayam hanyut, satu korban jiwa. Kisah pilu Sulastri kehilangan suami jadi sorotan publik./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo
BACAKORAN.CO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pemalang bagian selatan sejak Jumat hingga Sabtu (24/1/2026) disertai angin kencang memicu banjir bandang dan pohon tumbang di sejumlah titik.
Peristiwa ini menelan korban jiwa serta merusak infrastruktur di beberapa kecamatan.
Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, menyampaikan bahwa Kecamatan Pulosari menjadi wilayah dengan dampak paling parah.
Sungai Kali Soso dan Kali Penakir meluap, menghancurkan jembatan, merendam rumah warga, dan menelan korban jiwa.
Seorang pria berinisial T, warga Dukuh Wanasari, Desa Penakir, ditemukan meninggal dunia setelah terseret derasnya arus Kali Penakir.
BACA JUGA:Banjir Belum Surut di Periuk Damai, 862 Warga Kota Tangerang Masih Mengungsi
BACA JUGA:Terkini! Banjir Jakarta Belum Surut, Jalan Daan Mogot Masih Tergenang Parah, Kendaraan Macet Total
Jasadnya ditemukan di sekitar jembatan Kali Penakir, Dukuh Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, pada Sabtu pagi.
"Setelah menerima laporan dari warga, tim SAR gabungan bersama Polsek dan Koramil Moga langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah Rodliyah Achid Moga," ungkap Rendy.
Selain menelan korban jiwa, banjir juga merusak fasilitas umum di Kecamatan Pulosari, Belik, Moga, Watukumpul, dan Warungpring.
Di beberapa titik, pohon tumbang menimpa rumah warga dan memutus akses jalan.
"Di antaranya di jalan raya Belik-Purbalingga, di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, kemudian di Desa Cibuyur, Kecamatan Watukumpul. Seluruh pohon tumbang tersebut telah dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polsek, BPBD, dan instansi terkait," tambahnya.
Kisah Duka Keluarga Korban
Di balik angka dan data kerusakan, tragedi ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.
Sulastri (27), warga Desa Penakir, harus kehilangan suaminya, Tanto (33), yang tewas terseret banjir bandang di Sungai Penakir.