bacakoran.co

Melonjak, 2.493 WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja Setelah Online Scam Dibasmi!

Tren kenaikan laporan ini pun melonjak, tercatat 2.493 WNI telah melapor ke KBRI Phnom Penh untuk dipulangkan.--

Jumlah ini juga diperkirakan akan terus bertambah.

"Pada 22 Januari 2026 terdapat penambahan 224 WNI, dan pada 23 Januari 2026 hingga pukul 17.00 bertambah lagi 164 WNI, sehingga total yang ditangani mencapai 2.117 WNI dari sebelumnya 1.726 WNI pada periode 16-21 Januari 2026," demikian keterangan KBRI Phnom Penh, dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di situs resmi, dilansir Bacakoran.co dari Sabtu (24/1/2025).

Kemudian, lonjakan pengajuan permohonan fasilitasi pemulangan ini adalah dampak langsung dari razia yang dilakukan Pemerintah Kamboja terhadap pusat-pusat penipuan online (daring/ dalam jaringan).

BACA JUGA:Perayaan Sederhana Megawati ke-79, Hadiah Bunga Gibran Curi Perhatian!

BACA JUGA:Alih Fungsi Lahan Disorot Usai Longsor Cisarua! Dedi Mulyadi: Kawasan Ini Seharusnya Hutan

Inilah yang jadi penyebab banyak warga negara asing, termasuk WNI, keluar dari lokasi sindikat.

Kondisi ini serupa juga yang dialami kantor-kantor Kedutaan Besar asing di Phnom Penh, didatangi ratusan warganya.

"KBRI terus mengupayakan percepatan kepulangan WNI. KBRI tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja agar WNI mendapatkan percepatan penerbitan exit permit dan keringanan hukuman keimigrasian," kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja Santo Darmosumarto.

Diungkapkan juga bagi yang punya paspor dan visanya masih berlaku, sudah didorong untuk segera membeli tiket secara mandiri.

BACA JUGA:Pacar Reza Arap, Lula Lahfah Meninggal di Apartemen Dharmawangsa, Keluarga Tolak Visum, Ini Alasannya!

BACA JUGA:Pintu Air Manggarai Level Waspada! Muka Air Tembus 795 Cm Imbas Luapan Kali Ciliwung dan Hujan Deras

Dalam hal ini juga puluhan WNI telah membeli tiket dan akan segera kembali ke tanah air dalam waktu dekat.

"WNI diminta selalu wapada terhadap penipuan yang mengatasnamakan KBRI. Layanan KBRI tidak dipungut biaya, kecuali biaya resmi SPLP, sesuai dengan peraturan yang ada," demikian peringatan dari KBRI Phnom Penh.

"KBRI juga mengimbau agar WNI menjaga komunikasi dan menginformasikan kondisinya kepada sanak keluarga dan rekan di tanah air, agar keluarga dapat mendukung proses kepulangan mereka ke Indonesia," tulis KBRI Phnom Penh.

Melonjak, 2.493 WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja Setelah Online Scam Dibasmi!

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - wni yang minta dipulangkan ke indonesia dari kamboja terus meningkat dan ramai-ramai mendatangi kbri phnom penh.

ini adalah bagian dari upaya pemberantasan sindikat penipuan daring oleh pemerintah kamboja.

tren kenaikan laporan ini pun melonjak, tercatat 2.493 wni telah melapor ke kbri phnom penh untuk dipulangkan.

kbri phnom penh melakukan langkah-langkah penanganan intensif, termasuk pendataan, assessment kasus dan penerbitan surat perjalanan laksana paspor (splp) bagi wni yang tidak memiliki dokumen perjalanan.

"sejumlah wni memiliki dokumen perjalanan dan tidak terkendala denda keimigrasian dilaporkan telah kembali ke indonesia secara mandiri. dan bagi mereka yang telah difasilitasi pembuatan dokumen perjalanan sementara dan permohonan keringanan denda keimigrasian, dilaporkan telah membeli tiket secara mandiri. contohnya, 46 wni yang akan kembali ke tanah air pada tanggal 30 januari 2026," tulis kbri phnom penh di laman kemlu, seperti dikutip bacakoran.co dari detiknews, selasa (27/1/2026).

pada senin (26/1) duta besar ri untuk kamboja, santo darmosumarto, melakukan pertemuan dengan wakil kepala kepolisian nasional kamboja sekaligus kepala kepolisian phnom penh, letnan jenderal chuon narin.

dubes ri juga sampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah kamboja, termasuk penyediaan lokasi penampungan sementara serta peningkatan pengamanan di lingkungan kbri dan lokasi penampungan wni.

letjen chuon narin ungkap harapan agar seluruh wni yang baru keluar dari jaringan sindikat penipuan daring dapat segera kembali ke indonesia.

ia dengan tegas mengatakan bahwa kepolisian phnom penh akan memantau kondisi keamanan para wni serta menyampaikan perhatian terhadap potensi risiko penyakit menular seiring dengan meningkatnya jumlah wni di lokasi penampungan.

sebelumnya heboh, sebanyak 2.117 warga negara indonesia (wni) di kamboja mengajukan fasilitas pemulangan ke indonesia.

jumlah ini juga diperkirakan akan terus bertambah.

"pada 22 januari 2026 terdapat penambahan 224 wni, dan pada 23 januari 2026 hingga pukul 17.00 bertambah lagi 164 wni, sehingga total yang ditangani mencapai 2.117 wni dari sebelumnya 1.726 wni pada periode 16-21 januari 2026," demikian keterangan kbri phnom penh, dirilis kementerian luar negeri (kemlu) di situs resmi, dilansir bacakoran.co dari sabtu (24/1/2025).

kemudian, lonjakan pengajuan permohonan fasilitasi pemulangan ini adalah dampak langsung dari razia yang dilakukan pemerintah kamboja terhadap pusat-pusat penipuan online (daring/ dalam jaringan).

inilah yang jadi penyebab banyak warga negara asing, termasuk wni, keluar dari lokasi sindikat.

kondisi ini serupa juga yang dialami kantor-kantor kedutaan besar asing di phnom penh, didatangi ratusan warganya.

"kbri terus mengupayakan percepatan kepulangan wni. kbri tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas kamboja agar wni mendapatkan percepatan penerbitan exit permit dan keringanan hukuman keimigrasian," kata duta besar ri untuk kerajaan kamboja santo darmosumarto.

diungkapkan juga bagi yang punya paspor dan visanya masih berlaku, sudah didorong untuk segera membeli tiket secara mandiri.

dalam hal ini juga puluhan wni telah membeli tiket dan akan segera kembali ke tanah air dalam waktu dekat.

"wni diminta selalu wapada terhadap penipuan yang mengatasnamakan kbri. layanan kbri tidak dipungut biaya, kecuali biaya resmi splp, sesuai dengan peraturan yang ada," demikian peringatan dari kbri phnom penh.

"kbri juga mengimbau agar wni menjaga komunikasi dan menginformasikan kondisinya kepada sanak keluarga dan rekan di tanah air, agar keluarga dapat mendukung proses kepulangan mereka ke indonesia," tulis kbri phnom penh.

Tag
Share