Viral Dugaan Es Gabus Berbahan Spons! Pedagang Alami Trauma, Aparat Sampaikan Permintaan Maaf
Aparat TNI dan Polri menyampaikan permintaan maaf terkait polemik es gabus jadul yang sempat viral di media sosial.--Polres Jakpus
BACAKORAN.CO - Polemik dugaan penjualan es kue jadul atau es gabus berbahan spons di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, berakhir dengan permintaan maaf dari aparat TNI dan Polri.
Kasus yang sempat viral di media sosial ini memicu keresahan publik dan berdampak langsung terhadap pedagang kecil yang dituding menjual makanan berbahaya.
Permintaan maaf disampaikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang sebelumnya terlibat dalam pembuatan video dugaan es berbahan spons.
Dalam pernyataan resminya, aparat mengakui bahwa video yang beredar luas telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Kronologi Pesawat PK-SNS Mendarat Darurat di Pantai Nabire, 13 Penumpang Selamat!
BACA JUGA:Bea Cukai Perkuat Asistensi Ekspor Nasional, Dorong Daya Saing Produk Indonesia ke Pasar Global
“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Aiptu Ikhwan menjelaskan, tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat yang mengkhawatirkan keamanan jajanan yang dijual di lingkungan mereka.
Menurutnya, langkah cepat itu diambil dengan tujuan pencegahan, meski kemudian disadari bahwa kesimpulan dibuat sebelum hasil pemeriksaan ilmiah diperoleh.
BACA JUGA:2 Orang Dekat RMS Jemput Kaesang di Makassar, Isyarat Merapat ke PSI?
BACA JUGA:Melonjak, 2.493 WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja Setelah Online Scam Dibasmi!
“Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya,” jelasnya.
Namun demikian, aparat mengakui bahwa peristiwa tersebut berdampak serius terhadap pedagang yang bersangkutan.
Tuduhan yang terlanjur menyebar luas disebut berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha dan kehidupan pelaku usaha kecil.