bacakoran.co

Perampokan Sadis di Boyolali: Bocah 5 Tahun Tewas dan Sang Ibu Kritis, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Perampokan sadis di Boyolali tewaskan bocah 5 tahun dan melukai ibunya. Polisi pasang garis TKP, warga geger, kasus diselidiki intensif./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

BACAKORAN.CO – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. 

Aksi perampokan disertai kekerasan menewaskan seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun, sementara ibunya mengalami luka parah dan kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terungkap pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 WIB. 

Warga yang curiga dengan kondisi rumah korban mendatangi lokasi. 

BACA JUGA:Perampokan Sadis Ruko Kerupuk 15 Ilir Palembang: Suami Tewas dan Istri Kritis, Polisi Lakukan Olah TKP!

BACA JUGA:Tertangkap Curi Buah Sawit, Terungkap Pernah Terlibat Kasus Perampokan

Saat pintu dibuka, mereka mendapati bocah malang itu sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

Kepala Dusun Pengkol, Sarjono, mengaku menerima laporan dari warga dan segera menuju lokasi.

“Saat saya datang, warga sudah banyak. Aparat dari Polsek dan Polres juga sudah berada di lokasi,” ujar Sarjono.

Menurutnya, ibu korban yang mengalami luka serius langsung dievakuasi ke rumah sakit.

“Ibunya sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Sarjono menambahkan, bocah yang tewas merupakan anak kedua dari keluarga tersebut.

“Yang meninggal anaknya nomor dua,” ucapnya.

Kesaksian Keluarga

Kakak korban, Ngatirin, yang datang ke lokasi mengaku syok melihat kondisi adik dan keponakannya.

Perampokan Sadis di Boyolali: Bocah 5 Tahun Tewas dan Sang Ibu Kritis, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co – sebuah tragedi memilukan terjadi di dukuh pengkol, desa pengkol, kecamatan karanggede, kabupaten boyolali, jawa tengah. 

aksi perampokan disertai kekerasan menewaskan seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun, sementara ibunya mengalami luka parah dan kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

kronologi kejadian

peristiwa ini terungkap pada kamis sore sekitar pukul 15.30 wib. 

warga yang curiga dengan kondisi rumah korban mendatangi lokasi. 

saat pintu dibuka, mereka mendapati bocah malang itu sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

kepala dusun pengkol, sarjono, mengaku menerima laporan dari warga dan segera menuju lokasi.

“saat saya datang, warga sudah banyak. aparat dari polsek dan polres juga sudah berada di lokasi,” ujar sarjono.

menurutnya, ibu korban yang mengalami luka serius langsung dievakuasi ke rumah sakit.

“ibunya sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya.

sarjono menambahkan, bocah yang tewas merupakan anak kedua dari keluarga tersebut.

“yang meninggal anaknya nomor dua,” ucapnya.

kesaksian keluarga

kakak korban, ngatirin, yang datang ke lokasi mengaku syok melihat kondisi adik dan keponakannya.

“intinya saya ditelepon istri saya, disuruh ke rumah korban. katanya gawat. 

ibunya tergeletak, anaknya ada di kamar mandi, kepalanya dimasukkan ke dalam ember,” tutur ngatirin dengan suara bergetar.

keterangan polisi

kapolsek karanggede, akp suramto widodo, membenarkan adanya kasus pencurian dengan kekerasan di dukuh pengkol.

“ya hari ini tadi sekitar pukul 15.45 wib, di dukuh pengkol, desa pengkol, kecamatan karanggede, kabupaten boyolali, telah terjadi pencurian dengan kekerasan,” kata suramto kepada wartawan.

ia menjelaskan, ada dua korban dalam kejadian ini: seorang anak yang ditemukan meninggal dunia di lokasi, serta ibunya yang kini dirawat di rumah sakit.

“korban ada dua, yang satu anak-anak meninggal dunia di tkp, sedangkan yang satu ibu kandungnya anak tadi, sekarang dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

informasi yang diperoleh menyebutkan, korban ibu bernama daryanti (29), sementara anaknya yang meninggal dunia berinisial ao (5).

proses penyelidikan

petugas dari polres boyolali bersama polsek karanggede langsung melakukan olah tkp dan memasang garis polisi di sekitar rumah korban. 

jasad ao kemudian dievakuasi ke rsud dr moewardi solo untuk dilakukan autopsi.

pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga berdatangan, berdiri di luar pagar rumah korban, menyaksikan proses penyelidikan. 

kejadian ini menyedot perhatian masyarakat karena dianggap sangat kejam dan tidak manusiawi.

tragedi ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. 

selain kehilangan seorang anak, keluarga korban kini harus berjuang memulihkan kondisi sang ibu yang kritis. 

warga berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku perampokan sadis ini dan memberikan hukuman setimpal.

Tag
Share