bacakoran.co

Lagi-lagi Kasus Keracunan MBG Terjadi! Siswa SMPN 31 Palembang Mual Usai Santap Roti

Sejumlah siswa SMP Negeri 31 Palembang dilaporkan mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG berupa roti.--Youtube-@Liputan6

BACAKORAN.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap gizi dan kesehatan siswa di sekolah.

Sudah lebih dari setahun berjalan, program ini membawa harapan untuk mengurangi stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, dan membantu keluarga kurang mampu.

Namun belakangan, muncul isu yang mengkhawatirkan: masih ada siswa yang diduga keracunan MBG.

Baru-baru ini, sejumlah pelajar di SMP Negeri 31 Palembang dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah menyantap paket MBG yang disediakan sekolah.

BACA JUGA:MBG Tetap Jalan Saat Puasa, Pemerintah Bagikan Menu Spesial Ramadan untuk Anak Sekolah dan Pesantren

BACA JUGA:Sekolah Mendadak Panik! 33 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan Soto MBG Saat Jam Pelajaran

Kejadian ini memicu pertanyaan besar: apakah program MBG benar-benar aman?

Apa penyebab kasus ini terjadi?

Dan yang paling penting, apa langkah pencegahan agar tidak terulang di masa depan?

Insiden Keracunan MBG di Palembang

BACA JUGA:BGN Tegaskan SPPG yang Tolak Pasokan UMKM dan Petani Lokal di Program MBG Akan Disuspend!

BACA JUGA:BGN Wajibkan SPPG Pasang Label Batas Waktu Konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Ini Alasannya!

Melansir dari video youtube @Liputan6, Menurut keterangan orang tua salah satu siswa, Neti Herawati, sekitar tiga siswa langsung merasa mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG yakni roti dan minuman yang disediakan sekolah.

“Tiga orang yang tadi makan roti langsung mual lalu muntah,” jelas Neti.

Siswa yang mengalami gejala pun langsung mendapatkan pertolongan dari pihak sekolah dan orang tua.

Lagi-lagi Kasus Keracunan MBG Terjadi! Siswa SMPN 31 Palembang Mual Usai Santap Roti

Puput

Puput


bacakoran.co - program makan bergizi gratis (mbg) diluncurkan sebagai bentuk kepedulian  terhadap gizi dan kesehatan siswa di sekolah.

sudah lebih dari setahun berjalan, program ini membawa harapan untuk mengurangi stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, dan membantu keluarga kurang mampu.

namun belakangan, muncul isu yang mengkhawatirkan: masih ada siswa yang diduga keracunan .

baru-baru ini, sejumlah pelajar di smp negeri 31 palembang dilaporkan mengalami mual dan  setelah menyantap paket mbg yang disediakan sekolah.

kejadian ini memicu pertanyaan besar: apakah program mbg benar-benar aman?

apa penyebab kasus ini terjadi?

dan yang paling penting, apa langkah pencegahan agar tidak terulang di masa depan?

insiden keracunan mbg di palembang

melansir dari video youtube @liputan6, menurut keterangan orang tua salah satu siswa, neti herawati, sekitar tiga siswa langsung merasa mual dan muntah setelah mengonsumsi menu mbg yakni roti dan minuman yang disediakan sekolah.

“tiga orang yang tadi makan roti langsung mual lalu muntah,” jelas neti.

siswa yang mengalami gejala pun langsung mendapatkan pertolongan dari pihak sekolah dan orang tua.

kejadian tersebut memicu kekhawatiran orang tua dan masyarakat, terutama yang anaknya juga menerima mbg secara rutin.

meskipun program ini bertujuan mulia, kasus seperti ini dapat merusak kepercayaan publik jika tidak segera ditanggapi secara transparan dan tuntas.

mengapa masih bisa terjadi keracunan mbg?

ada beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan atau minuman, antara lain:

1. manajemen penyimpanan yang kurang tepat

makanan dan minuman bergizi yang tidak disimpan sesuai standar suhu dan higienis dapat cepat rusak.

2. kontaminasi saat penyajian

kurangnya kebersihan alat, tangan yang tidak dicuci, atau kontak dengan permukaan kotor dapat menyebabkan bakteri berkembang biak.

3. bahan baku yang tidak segar

bahan makanan yang sudah lewat masa simpan atau kurang layak konsumsi bisa memicu gangguan pencernaan.

4. distribusi yang tidak teratur

waktu distribusi yang terlalu lama tanpa pendingin memungkinkan makanan basi sebelum sampai ke siswa.

semua faktor di atas bukanlah hal yang sepele tapi dapat terjadi jika pengawasan dan standar kualitas kurang diperhatikan.

dampak insiden bagi siswa dan orang tua

bagi siswa yang mengalami mual dan muntah, dampaknya bukan hanya fisik.

kondisi ini bisa menimbulkan trauma, mengurangi nafsu makan, bahkan menurunkan semangat belajar.

sementara orang tua menjadi was-was setiap kali anak makan di sekolah.

reputasi sekolah dan penyelenggara mbg pun turut terdampak.

ketidakpercayaan terhadap program yang sebelumnya dipuji bisa memicu protes dan penolakan dari wali murid.

solusi dan langkah perbaikan yang mendesak

agar program mbg tetap berjalan efektif tanpa membahayakan kesehatan siswa, beberapa langkah penting perlu dilakukan:

- audit kualitas makanan secara berkala untuk memastikan semua bahan dan proses penyajian memenuhi standar kesehatan.

- pelatihan petugas penyajian mbg tentang higienis dan penanganan makanan yang aman.

- pengawasan rutin dari dinas kesehatan dan dinas pendidikan setempat.

- sistem pelaporan cepat bila muncul gejala keracunan, sehingga dapat ditindaklanjuti segera.

- komunikasi transparan kepada orang tua agar mereka memahami komposisi dan standar keamanan menu mbg.

program mbg memiliki dampak positif besar bagi siswa indonesia.

namun setiap insiden, seperti kasus mual dan muntah di smp negeri 31 palembang, harus menjadi alarm penting untuk memperbaiki mutu layanan.

dengan pengawasan ketat, standar higienis yang konsisten, serta keterlibatan semua pihak sekolah, pemerintah, dan orang tua program ini dapat terus berjalan “aman, sehat, dan bergizi” demi masa depan generasi muda indonesia.

Tag
Share