Serangan Terkoordinasi Kelompok Separatis Guncang Balochistan, Puluhan Tewas Termasuk Warga Sipil
Serangan Terkoordinasi Kelompok Separatis Guncang Balochistan, Puluhan Tewas Termasuk Warga Sipil--
BACAKORAN.CO - Provinsi Balochistan, Pakistan, kembali diguncang gelombang kekerasan setelah kelompok separatis melancarkan serangan terkoordinasi di sejumlah wilayah strategis.
Serangan yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) itu menewaskan sedikitnya 33 orang, terdiri dari 15 personel keamanan dan 18 warga sipil, serta memicu situasi darurat di beberapa distrik.
Menurut laporan pejabat keamanan Pakistan yang dikutip AFP, operasi kekerasan tersebut berlangsung hampir bersamaan di berbagai lokasi, termasuk ibu kota provinsi Quetta dan kota pelabuhan strategis Gwadar.
Selain korban dari kalangan aparat dan warga sipil, pihak militer Pakistan mengklaim 92 militan tewas, termasuk tiga pelaku bom bunuh diri.
BACA JUGA:Resmi! Inilah Jadwal Libur Ramadhan dan Lebaran 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
Balochistan merupakan wilayah barat daya Pakistan yang selama puluhan tahun menjadi pusat konflik bersenjata antara pemerintah dan kelompok separatis Baloch.
Wilayah ini dikenal kaya sumber daya alam, namun juga menjadi provinsi termiskin di Pakistan dengan tingkat pembangunan yang tertinggal.
Sayap media militer Pakistan, Inter-Services Public Relations (ISPR), menyebut serangan kali ini sebagai upaya terorganisasi yang menargetkan aparat keamanan, instalasi militer, dan simbol pemerintahan sipil.
“Delapan belas warga sipil yang tidak bersalah dan 15 personel keamanan gugur dalam serangan ini. Pasukan keamanan berhasil menewaskan 92 militan,” demikian pernyataan resmi ISPR.
BACA JUGA:Habib Bahar bin Smith Dijadwalkan Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser NU
Seorang pejabat militer senior di Islamabad menilai serangan tersebut dirancang secara terkoordinasi, namun pelaksanaannya tidak berjalan sesuai rencana kelompok separatis.
Hal ini disebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan aparat keamanan merespons dengan cepat dan menekan eskalasi lebih luas.
Di Quetta, jurnalis AFP melaporkan terdengarnya beberapa ledakan saat aparat mengerahkan pengamanan ketat di seluruh penjuru kota.
Polisi dan militer bersenjata lengkap dikerahkan untuk mengamankan gedung pemerintahan, jalan utama, dan fasilitas publik.