bacakoran.co - tanah longsor kembali mengguncang wilayah kecamatan pangalengan, kabupaten bandung, jawa barat, pada minggu (1/2/2026).
peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.30 wib di kampung mekarsari, desa tribakti mulya, setelah deras mengguyur kawasan tersebut.
akibatnya, dua balita kakak beradik tewas setelah material menimpa rumah mereka yang jebol akibat tanah yang tidak stabil.
melansir dari video youtube @tribunjabarvidio, insiden ini mengejutkan masyarakat setempat karena terjadi begitu cepat.
tebing setinggi kurang lebih 15 meter dan panjang sekitar 6 meter tiba-tiba longsor dan menghantam bagian dapur rumah milik keluarga korban.
kedua balita yang saat itu berada di dalam rumah mengalami luka parah dan nyawanya tidak dapat tertolong.
tragisnya nasib dua balita
korban yang meninggal adalah aldi alfarik (3 bulan) dan rere revania (5 tahun), kakak dan adik yang tengah bersama keluarga mereka saat kejadian.
material longsoran menghantam dapur rumahnya, membuat bangunan jebol dan langsung menimbun kedua balita.
salah satu korban dilaporkan meninggal di lokasi kejadian, sedangkan yang lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
kepala pelaksana bpbd kabupaten bandung, wahyudin, dalam keterangannya kepada media menjelaskan, peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi dan kondisi tanah yang labil, sehingga menyebabkan pergeseran tanah tiba-tiba.
hal ini menjadi peringatan bagi warga di wilayah rawan longsor untuk selalu waspada saat cuaca ekstrem.
penyebab dan faktor risiko
fenomena tanah longsor di daerah pegunungan seperti pangalengan sering terjadi saat musim hujan.
curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat meningkatkan tekanan air di dalam tanah, sehingga mengurangi daya rekat partikel tanah dan memicu pergerakan tanah.
kondisi topografi yang curam dan struktur tanah yang labil menjadi kombinasi berbahaya yang rentan terhadap longsor, terlebih jika terjadi hujan terus-menerus seperti pada minggu lalu.
kesiapan dan tindakan pemerintah
bupati bandung, dadang supriatna, turun langsung meninjau lokasi longsor dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
pemerintah daerah bersama bpbd cepat tanggap dengan melakukan evakuasi serta memberikan bantuan awal kepada warga terdampak.
selain itu, mereka juga mengimbau warga sekitar untuk mengungsi sementara waktu dari lokasi yang masih berpotensi longsor jika hujan kembali turun.
pemkab bandung bahkan berencana memberikan bantuan kontrakan atau hunian sementara bagi keluarga korban dan warga yang rumahnya rusak berat akibat peristiwa ini, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan mereka di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.
peristiwa longsor di pangalengan ini menjadi pengingat keras bahwa bencana alam bisa datang tanpa peringatan.
hujan lebat yang terus menerus menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatnya risiko tanah longsor, terutama di daerah pegunungan dan perbukitan.
tragedi kehilangan dua balita ini tentu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban tetapi juga masyarakat luas di kabupaten bandung.
semoga dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, bencana berikutnya dapat diantisipasi lebih baik.