Bulan Ramadhan! Begini Bentuk Toleransi yang Sesungguhnya Menurut Ustadz Khalid Basalamah
Ustadz Khalid Basalamah tentang toleransi di bulan Ramadhan, terutama terkait rumah makan yang tetap buka pada siang hari.--Tiktok-@edisikeoz14
BACAKORAN.CO - "Bulan Ramadhan tiba dengan segala keberkahannya suasana penuh kedamaian, ibadah yang kian intens, dan kebersamaan yang hangat di antara umat Muslim.
Namun, di tengah kesucian bulan ini, sering muncul pertanyaan yang menguji pemahaman kita tentang toleransi: bagaimana seharusnya kita menyikapi rumah makan yang tetap buka dan melayani pelanggan pada siang hari?"
Ramadhan memang dikenal sebagai bulan di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Namun, tidak semua orang dapat atau diwajibkan untuk berpuasa hal ini yang membuat kita perlu memahami makna toleransi yang sesungguhnya, bukan hanya sebagai konsep sosial tetapi juga sebagai bagian dari ajaran agama.
BACA JUGA:Rahasia Meraih Berkah Ramadhan! 3 Amalan Pokok Ala Ustadz Adi Hidayat
BACA JUGA:Wajib Tau! Orang yang Merugi di Ramadhan: Jangan Jadi Salah Satunya ala Ustadz Adi Hidayat
Ramadhan Sebagai Bulan Keberkahan dan Ketakwaan
Melansir dari video youtube @khalidbasalamah, Ustadz Khalid Basalamah memulai dengan mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Namun, di tengah suasana yang penuh kebersamaan dan ibadah, muncul pertanyaan penting: bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap rumah makan yang tetap beroperasi pada siang hari saat sebagian besar masyarakat sedang berpuasa?
Pertanyaan ini menjadi relevan terutama di Indonesia, negara dengan keberagaman agama dan budaya yang tinggi.
BACA JUGA:Doa Menyambut Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW ala Ustadz Adi Hidayat
BACA JUGA:Keutamaan Membaca Surat Al-Fath di Malam Pertama Ramadhan ala Ustadzah Halimah Alaydrus
Ustadz Khalid menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, toleransi bukan hanya sekadar menerima perbedaan, melainkan menghormati kebutuhan setiap individu dengan penuh hikmah.
Contoh Toleransi dari Sejarah Islam
Untuk memperkuat paparannya, Ustadz Khalid mengutip kisah sejarah Islam saat Perang Badar yang terjadi pada bulan Ramadhan.
Pada masa itu, Nabi Muhammad memberikan keringanan bagi sahabat yang sedang dalam perjalanan.