Menu Sahur dan Buka Puasa Nabi ala Ustadz Abdurrahman Dani! Sunnah yang Penuh Manfaat
Ustadz Abdurrahman Dani tentang menu sahur dan buka puasa ala Nabi Muhammad, termasuk manfaat kurma dan sunnah yang wajib diikuti.--Tiktok-@emak_ceria
BACAKORAN.CO - Puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang mengamalkan sunnah Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pola makan.
Ustadz Abdurrahman Dani menjelaskan secara mendalam tentang menu sahur dan buka puasa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, yang tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga keberkahan spiritual.
Menu Sahur Nabi: Kurma Kering sebagai Pilihan Utama
Dari riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
BACA JUGA:Penting! Mengapa Disunnahkan Makan Sahur? Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
BACA JUGA:Jangan Lupa Ucap Dzikir Ini Setelah Sahur, Pahalanya Gak Main-Main, Dijamin H.R. Bukhari!
نِعْمَ سَحورُ المؤمِنِ التَّمرُ
Artinya: “Sebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering)” (HR. Abu Daud no. 2345, disahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).
Menurut Ustadz Abdurrahman Dani, kurma kering menjadi pilihan utama karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, seperti serat, kalium, dan gula alami yang dapat memberikan energi yang stabil sepanjang hari.
Selain itu, mengonsumsi kurma pada sahur juga membantu menjaga kadar gula darah tetap normal, sehingga tidak mudah merasa lelah atau kantuk saat menjalankan aktivitas di siang hari.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Pohon Kecil Berbunga yang Cocok untuk Teras Minimalis, Dijamin Bikin Rumah Naik Level!
BACA JUGA:Bolehkah Sahur & Berbuka dengan Makanan Mewah dan Banyak Menu? Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah
Ustadz Abdurrahman juga menambahkan bahwa sahur tidak perlu diisi dengan makanan yang terlalu banyak atau berat.
Yang terpenting adalah memilih makanan yang memberikan manfaat dan sesuai dengan sunnah Nabi, karena sahur yang baik akan membuat puasa terasa lebih ringan dan penuh berkah.
Menu Buka Puasa Nabi: Prioritaskan Kurma dan Air
Untuk berbuka puasa, Rasulullah memiliki tuntunan yang jelas yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu: