bacakoran.co - pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya kabar bohong atau hoaks mengenai meninggalnya salah satu siswi sman 2 kabupaten kudus, jawa tengah, bernama rizza meiliana azzahara.
informasi yang beredar di sejumlah kanal media sosial sempat mengaitkan peristiwa tersebut dengan program makan bergizi gratis (mbg), sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
kepala sppg purwosari, nasihul umam, menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar.
“perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi sman 2 kudus atas nama rizza meiliana azzahara adalah tidak benar. informasi tersebut merupakan hoaks,” ujarnya pada senin (2/2).
ia menjelaskan bahwa rizza sudah lama menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 smp.
kondisi kesehatan tersebut mengharuskan rizza menjalani perawatan intensif serta kemoterapi rutin di rsup dr. kariadi, semarang.
selama tercatat sebagai peserta didik di sman 2 kudus, rizza hanya sempat mengikuti kegiatan sekolah menjelang pelaksanaan tes pada november lalu.
selebihnya, ia tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara normal karena harus fokus menjalani pengobatan.
“sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. selama di sman 2 kudus hanya masuk menjelang tes november, karena ananda harus kemoterapi di rs karyadi semarang,” lanjut nasihul.
lebih jauh, nasihul menambahkan bahwa sejak januari 2025, rizza tercatat belum pernah kembali berangkat ke sekolah.
dengan demikian, secara otomatis ia tidak termasuk dalam penerima paket mbg.
“januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah sehingga tidak menerima paket mbg,” jelasnya.
klarifikasi ini penting untuk meluruskan kesalahpahaman yang sempat berkembang di masyarakat.
informasi hoaks yang mengaitkan kondisi kesehatan seorang siswi dengan program pemerintah berpotensi menimbulkan stigma negatif dan merusak kepercayaan publik terhadap program yang sebenarnya bertujuan baik, yaitu meningkatkan gizi peserta didik.
nasihul juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
menurutnya, setiap kabar yang beredar, terlebih yang menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik, harus diverifikasi kebenarannya terlebih dahulu.
“kami berharap masyarakat tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” tegasnya.
dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memahami bahwa meninggalnya rizza meiliana azzahara sama sekali tidak berkaitan dengan program makan bergizi gratis.
peristiwa tersebut murni karena kondisi medis yang sudah lama diderita, sehingga tidak ada hubungannya dengan program pemerintah.