Tragis! Anak SD Gantung Diri di Ngada NTT Tulis untuk Sang Ibu, Ternyata ini Motifnya!
Polisi Ngada temukan surat perpisahan bocah SD 10 tahun di NTT. Kasus gantung diri ini viral dan memicu keprihatinan publik soal kondisi anak./kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone
BACAKORAN.CO - Kasus tragis menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh dekat pondok sederhana tempat ia tinggal bersama neneknya.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (29/1/2026) siang ini mengundang keprihatinan luas, terlebih setelah polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang ditujukan kepada sang ibu.
Surat Perpisahan dalam Bahasa Daerah
Surat yang ditulis dalam bahasa Bajawa/Ngada itu berisi ungkapan kekecewaan sekaligus pesan perpisahan.
BACA JUGA:SPPG Kudus Klarifikasi Hoaks Meninggalnya Siswi SMAN 2, Bukan Karena Program MBG, Ini Faktanya!
Dalam surat tersebut, YBS menyebut ibunya dengan panggilan “Mama Reti” dan menuliskan kalimat yang menyiratkan rasa kecewa serta permintaan agar sang ibu tidak menangis jika ia pergi.
Isi surat antara lain:
“Mama Galo Zee” (Mama pelit sekali)
“Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama” (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)
“Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee” (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya)
“Molo Mama” (Selamat tinggal Mama)
Surat tersebut bahkan ditutup dengan gambar sederhana berupa anak kecil dengan wajah menangis, yang semakin memperkuat kesan emosional isi pesan.
Polisi Benarkan Temuan Surat
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R. Pissort, membenarkan temuan surat tersebut.