Tragis! Anak SD Gantung Diri di Ngada NTT Tulis untuk Sang Ibu, Ternyata ini Motifnya!
Polisi Ngada temukan surat perpisahan bocah SD 10 tahun di NTT. Kasus gantung diri ini viral dan memicu keprihatinan publik soal kondisi anak./kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone
“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, hasil pencocokan tulisan tangan dengan buku sekolah korban menunjukkan kesesuaian.
“Berdasarkan hasil pencocokan dengan beberapa buku tulis korban, penyidik menemukan adanya kecocokan tulisan,” jelasnya.
Dugaan Latar Belakang
BACA JUGA:Lagi-lagi Kasus Keracunan MBG Terjadi! Siswa SMPN 31 Palembang Mual Usai Santap Roti
BACA JUGA:MBG Tetap Jalan Saat Puasa, Pemerintah Bagikan Menu Spesial Ramadan untuk Anak Sekolah dan Pesantren
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik peristiwa ini. Beredar kabar bahwa korban sempat kecewa karena permintaannya untuk dibelikan buku tulis dan pensil tidak dapat dipenuhi oleh sang ibu lantaran keterbatasan ekonomi.
“Masih pendalaman,” kata Benediktus singkat menanggapi kabar tersebut.
Keterangan keluarga juga menguatkan bahwa sehari sebelum kejadian, korban memang meminta uang untuk membeli perlengkapan sekolah, namun ibunya belum bisa memenuhi permintaan itu.
Kasus ini memicu keprihatinan luas di masyarakat, terutama karena melibatkan anak usia sekolah dasar.
Surat perpisahan yang ditulis korban menjadi viral di media sosial, memunculkan diskusi mengenai kondisi psikologis anak, tekanan ekonomi keluarga, serta pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan anak di daerah.
Peristiwa tragis ini juga menyoroti perlunya dukungan sosial dan pendidikan yang lebih kuat bagi anak-anak di wilayah pedesaan, agar mereka tidak merasa terabaikan atau kehilangan harapan.
Penyelidikan Berlanjut
Polres Ngada menegaskan akan terus menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.
Fokus penyidikan tidak hanya pada kronologi peristiwa, tetapi juga pada faktor-faktor yang memengaruhi kondisi korban sebelum kejadian.
Dengan adanya surat perpisahan yang begitu menyentuh, kasus YBS menjadi pengingat betapa rentannya anak-anak terhadap tekanan emosional dan betapa pentingnya peran keluarga, sekolah, serta lingkungan dalam memberikan dukungan.