bacakoran.co

Heboh! Oven Pengering Ompreng MBG Meledak, Sejumlah SPPG di Banyumas Alami Luka

Ledakan oven pengering ompreng di dapur SPPG Krajan Banyumas saat uji coba operasional melukai puluhan relawan dan sebabkan kerugian Rp 60 juta./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

BACAKORAN.CO – Suasana persiapan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, mendadak berubah mencekam pada Kamis (5/2/2026) pagi. 

Sebuah ledakan keras terdengar dari area dapur yang tengah digunakan untuk uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, yang memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP), menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya suara ledakan. 

Berdasarkan pemeriksaan awal, sumber ledakan diduga berasal dari oven atau mesin pengering ompreng yang digunakan dalam kegiatan persiapan dapur.

“Ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sekitar 22 orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat pecahan kaca maupun benturan benda di sekitar lokasi,” ujar Slamet.

Kronologi Kejadian

BACA JUGA:SPPG Kudus Klarifikasi Hoaks Meninggalnya Siswi SMAN 2, Bukan Karena Program MBG, Ini Faktanya!

BACA JUGA:BGN Tegaskan: Semua Pegawai SPPG ASN Berhak Dapat THR 2026

Kepala SPPG Desa Krajan, Elvin Subekti, menuturkan bahwa dapur MBG sebenarnya belum resmi beroperasi. 

Kegiatan yang berlangsung saat insiden terjadi hanyalah uji coba dan persiapan operasional. 

Para relawan dari berbagai divisi, mulai dari memasak, pencucian ompreng, kebersihan, keamanan, hingga asisten lapangan, ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurut Elvin, aktivitas dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 10.40 WIB, ketika proses pengeringan ompreng menggunakan oven berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan. 

“Mulai pengeringan itu dari jam 09.30 WIB sudah menggunakan alat. Kejadiannya sekitar jam 10.40 WIB, tiba-tiba oven pengering ompreng meledak,” kata Elvin.

Ledakan itu menyebabkan sejumlah relawan mengalami luka. 

Beberapa di antaranya terkena serpihan kaca, sementara yang lain tertimpa material atap bangunan. 

Heboh! Oven Pengering Ompreng MBG Meledak, Sejumlah SPPG di Banyumas Alami Luka

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co – suasana persiapan operasional dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) desa krajan, kecamatan pekuncen, kabupaten banyumas, mendadak berubah mencekam pada kamis (5/2/2026) pagi. 

sebuah ledakan keras terdengar dari area dapur yang tengah digunakan untuk uji coba program makan bergizi gratis (mbg).

kapolsek pekuncen, akp slamet husein, yang memimpin olah tempat kejadian perkara (tkp), menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya suara ledakan. 

berdasarkan pemeriksaan awal, sumber ledakan diduga berasal dari oven atau mesin pengering ompreng yang digunakan dalam kegiatan persiapan dapur.

“ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa. namun, sekitar 22 orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat pecahan kaca maupun benturan benda di sekitar lokasi,” ujar slamet.

kronologi kejadian

kepala sppg desa krajan, elvin subekti, menuturkan bahwa dapur mbg sebenarnya belum resmi beroperasi. 

kegiatan yang berlangsung saat insiden terjadi hanyalah uji coba dan persiapan operasional. 

para relawan dari berbagai divisi, mulai dari memasak, pencucian ompreng, kebersihan, keamanan, hingga asisten lapangan, ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

menurut elvin, aktivitas dimulai sejak pukul 09.00 wib. sekitar pukul 10.40 wib, ketika proses pengeringan ompreng menggunakan oven berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan. 

“mulai pengeringan itu dari jam 09.30 wib sudah menggunakan alat. kejadiannya sekitar jam 10.40 wib, tiba-tiba oven pengering ompreng meledak,” kata elvin.

ledakan itu menyebabkan sejumlah relawan mengalami luka. 

beberapa di antaranya terkena serpihan kaca, sementara yang lain tertimpa material atap bangunan. 

“ada beberapa korban juga terkena pecahan kaca sama ketimpa eternit,” jelasnya.

penanganan korban

seluruh korban segera dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. 

elvin menyebutkan, total ada 10 orang yang pertama kali dibawa ke puskesmas. 

“yang pertama masuk itu 10 orang. delapan orang luka ringan, dua orang kami rujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

ia merinci, dua korban yang dirujuk ke rumah sakit masing-masing mengalami luka akibat tertimpa material atap di bagian kaki dan satu lainnya mengalami luka bakar. 

“yang dua itu, yang satu kakinya ketimpa eternit, yang satunya luka bakar,” terang elvin.

sementara itu, delapan korban lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan kaca. 

dari jumlah tersebut, enam orang sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan, sedangkan dua orang masih menjalani penanganan lanjutan sebelum dirujuk ke rumah sakit. 

“yang kena serpihan kaca itu delapan orang, enam sudah pulang. tinggal dua yang dirujuk ke rumah sakit,” tambahnya.

selain itu, para relawan yang berada dekat dengan lokasi kejadian juga diminta menjalani pemeriksaan tambahan, termasuk pengecekan pendengaran. 

“untuk relawan yang dekat dengan area kejadian juga kami anjurkan ke puskesmas untuk cek pendengaran,” jelas elvin.

bukan tabung gas

elvin menegaskan bahwa sumber ledakan bukan berasal dari tabung gas. 

“yang meledak itu oven pengering ompreng, bukan gas. gasnya utuh semua,” tegasnya.

ia menjelaskan bahwa penggunaan mesin pengering memang harus melalui mekanisme uji coba dengan pengaturan suhu tertentu. 

bahkan, sebelumnya sudah ada anjuran kehati-hatian terkait penggunaan mesin tersebut. 

“mekanisme itu memang harus trial dulu, ada temperaturnya. dari hari senin juga sudah ada anjuran kalau sudah ada mesin ompreng meledak,” katanya.

kerusakan dan kerugian

akibat insiden ini, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. 

mesin pengering ompreng rusak parah, bagian atap bangunan jebol, serta dinding di belakang mesin retak. 

“kerusakan alatnya itu pengering ompreng, bangunan bagian ternit, bagian belakang mesin tembok retak, kalsibot jebol. alat-alat di sekitar mesin aman,” jelas elvin.

ia memperkirakan total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar rp 60 juta.

persiapan operasional

elvin menegaskan bahwa dapur sppg desa krajan hingga kini belum resmi melayani pendistribusian makanan. 

kegiatan yang dilakukan masih sebatas persiapan. 

“dapur sppg krajan ini belum operasional, jadi kegiatan hari ini itu kegiatan trial dan bersih-bersih dapur untuk persiapan operasional. belum melayani pendistribusian makanan,” ujarnya.

dalam kegiatan tersebut, seluruh relawan dari berbagai divisi diterjunkan. 

“relawan berangkat semua dari divisi pemorsian, divisi masak, divisi cuci ompreng, divisi kebersihan dan keamanan, sama asisten lapangan juga berangkat semua untuk bersih-bersih persiapan,” jelasnya.

khusus tim ompreng, kegiatan difokuskan untuk melepas plastik pelindung serta mencuci ompreng yang sebelumnya belum digunakan. 

“untuk ompreng sendiri ini kan belum dicuci dan plastiknya juga belum dilepas. jadi kegiatan hari ini lepas plastik dan mencuci ompreng,” tambahnya.

elvin menyebutkan bahwa kegiatan hari itu merupakan uji coba ketiga. 

pada uji coba pertama dan kedua, mesin pengering ompreng sudah digunakan sesuai standar operasional prosedur (sop). namun, pada uji coba ketiga inilah insiden terjadi.

Tag
Share