bacakoran.co

Viral Cerita Talent Radio Diduga Alami Pelecehan Saat Syuting, Gus Idris Bantah dan Siap Hadapi Proses Hukum

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Gus Idris viral di media sosial. Kuasa hukum membantah isu tersebut dan menegaskan tidak ada bukti./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

BACAKORAN.CO – Nama Idris Al-Marbawy atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Idris, pengasuh sebuah pondok pesantren di Kabupaten Malang, tengah menjadi sorotan publik. 

Hal ini menyusul mencuatnya tuduhan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang talent perempuan berinisial RNH, yang diketahui berprofesi sebagai penyiar radio.

Isu tersebut pertama kali muncul di media sosial setelah akun Instagram @sovinovitav membagikan pengalaman pahit yang dialami talent tersebut. 

Dalam unggahannya, ia mengaku mendapat tawaran pekerjaan untuk syuting konten horor dengan tema “sumpah pocong”. 

Namun, proses syuting yang semula dianggap biasa justru berujung pada dugaan pelecehan seksual. Cerita itu kemudian menyebar luas ke berbagai platform media sosial hingga viral.

Cerita dari Talent

BACA JUGA:Guru SDN di Serpong Ditangkap! Belasan Murid Jadi Korban Pelecehan Seksual

BACA JUGA:Kasus Mahasiswi Tewas di Kamar Kos Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Dosen Unima, Ini Isi Surat Terakhir EMM

Dalam postingannya, pemilik akun @sovinovitav mengingatkan para talent, khususnya di Malang, agar berhati-hati menerima tawaran pekerjaan. 

“Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema ‘sumpah pocong’,” tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa awalnya ia mengira pekerjaan tersebut hanya berupa photoshoot dengan sedikit akting ringan. 

Namun, setibanya di lokasi, ia merasa janggal karena hampir seluruh kru adalah laki-laki dan lokasi syuting dinilai tidak wajar.

Saat waktu istirahat, ia dipanggil oleh seseorang yang disebut sebagai asisten gus. 

Percakapan yang terjadi mulai mengarah ke hal-hal pribadi di luar konteks pekerjaan. 

Tak lama kemudian, ia diminta bertemu langsung dengan sosok yang disebut sebagai “gus”. 

Viral Cerita Talent Radio Diduga Alami Pelecehan Saat Syuting, Gus Idris Bantah dan Siap Hadapi Proses Hukum

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co – nama idris al-marbawy atau yang lebih dikenal dengan sebutan gus idris, pengasuh sebuah pondok pesantren di kabupaten malang, tengah menjadi sorotan publik. 

hal ini menyusul mencuatnya tuduhan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang talent perempuan berinisial rnh, yang diketahui berprofesi sebagai penyiar radio.

isu tersebut pertama kali muncul di media sosial setelah akun instagram @sovinovitav membagikan pengalaman pahit yang dialami talent tersebut. 

dalam unggahannya, ia mengaku mendapat tawaran pekerjaan untuk syuting konten horor dengan tema “sumpah pocong”. 

namun, proses syuting yang semula dianggap biasa justru berujung pada dugaan pelecehan seksual. cerita itu kemudian menyebar luas ke berbagai platform media sosial hingga viral.

cerita dari talent

dalam postingannya, pemilik akun @sovinovitav mengingatkan para talent, khususnya di malang, agar berhati-hati menerima tawaran pekerjaan. 

“hati-hati yah para muse, terutama muse malang. hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah pakis dengan tema ‘sumpah pocong’,” tulisnya.

ia menjelaskan bahwa awalnya ia mengira pekerjaan tersebut hanya berupa photoshoot dengan sedikit akting ringan. 

namun, setibanya di lokasi, ia merasa janggal karena hampir seluruh kru adalah laki-laki dan lokasi syuting dinilai tidak wajar.

saat waktu istirahat, ia dipanggil oleh seseorang yang disebut sebagai asisten gus. 

percakapan yang terjadi mulai mengarah ke hal-hal pribadi di luar konteks pekerjaan. 

tak lama kemudian, ia diminta bertemu langsung dengan sosok yang disebut sebagai “gus”. 

dalam pertemuan itu, ia diberi minuman susu panas dan diarahkan mengikuti aktivitas yang disebut sebagai pembuktian spiritual, termasuk ucapan bernada ramalan mengenai masa depan.

korban mengaku semakin tertekan ketika diarahkan untuk mendekati gus secara pribadi. 

ia menuliskan bahwa sosok tersebut mengatakan, “gus-nya itu punya segalanya, tapi kesepian, butuh dambaan hati.” 

situasi semakin tidak nyaman ketika ia diminta melakukan hal yang tidak diinginkan, hingga akhirnya berpura-pura tidur agar bisa keluar dari ruangan sekitar pukul 02.00 wib.

dalam unggahan lanjutan, ia menyebut dugaan kasus serupa bukan hanya menimpa dirinya, melainkan juga perempuan lain dengan modus serupa. 

namun, ia menegaskan sulitnya kasus pelecehan seksual diproses secara hukum karena minimnya bukti. 

“pelecehan seksual itu susah banget diperkarakan. nggak ada bukti foto, video, atau visum. padahal korbannya sudah banyak yang speak up,” tulisnya.

tanggapan pihak gus idris

menanggapi isu yang semakin ramai, gus idris melalui kuasa hukumnya, guntur putra abdi wijaya, menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. 

“terkait masalah yang saat ini viral itu tidak benar,” tegas guntur saat ditemui jatimtimes, kamis (5/2/2026).

ia menjelaskan bahwa pihak gus idris telah melakukan rapat internal dan menemukan adanya broadcast yang diduga menggiring opini publik. 

broadcast tersebut disebut mengaitkan isu pelecehan seksual dan dugaan wanprestasi antara staf dengan agent maupun talent. 

“broadcast yang menggiring suatu opini terjadi pelecehan seksual termasuk dugaan wanprestasi itu tidak benar. kalau talent kan urusannya sama agent. 

sedangkan kita urusannya sama agent. kalau untuk staf kita, sudah diberhentikan, sehingga permasalahan ini kesimpulannya sebatas dugaan sementara,” jelasnya.

guntur menambahkan bahwa gus idris adalah sosok ulama yang bersahaja sekaligus konten kreator profesional. 

ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada isu yang beredar di media sosial. 

“saya harap masyarakat tidak mudah percaya pada penggiringan opini seperti itu,” imbuhnya.

belum ada laporan resmi

meski isu ini telah viral, guntur menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi ke pihak kepolisian, baik dari pihak gus idris maupun dari pihak yang menyebarkan cerita tersebut. 

“kalau memang yang menyebarkan informasi sampai menjadi viral itu memiliki bukti, pasti akan langsung melaporkan ke kepolisian. tapi sejauh ini belum ada laporan terkait itu,” tuturnya.

ia menegaskan bahwa pihak gus idris siap mengikuti proses hukum apabila ada laporan yang masuk. 

namun, tuduhan harus berdasarkan bukti yang kuat. 

“kalau gus idris memang terbukti bersalah, harusnya sudah ada laporan. gus idris ini adalah orang yang taat hukum. tapi nanti kami ikuti saja prosesnya seperti apa, kami akan tunggu perkembangannya. kalau memang ada hal lain (dugaan pencemaran nama baik, red), tentunya kita juga akan lakukan upaya lain,” pungkasnya.

Tag
Share