Skandal Epstein Menyeret Mantan Dubes Inggris: Peter Mandelson Diselidiki Polisi London
Skandal Epstein Menyeret Mantan Dubes Inggris: Peter Mandelson Diselidiki Polisi London--
BACA JUGA:Terungkap! 164 TKA Tanpa RPTKA Terjaring Sidak, PT BAP Kena Denda Rp2,17 Miliar dari Kemnaker
Peristiwa itu diduga terjadi hampir dua dekade lalu, saat Mandelson menjabat sebagai menteri di tengah krisis keuangan global 2008.
Temuan ini langsung memicu reaksi keras, mengingat Epstein bukan hanya pelaku kejahatan seks, tetapi juga dikenal memiliki jaringan elit global yang luas dan penuh kontroversi.
Peter Mandelson bukan tokoh sembarangan. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai salah satu arsitek utama kebangkitan Partai Buruh modern.
Namun, reputasi panjang tersebut kini tercoreng oleh skandal yang kian membesar.
BACA JUGA:Kerry Adrianto Ungkap Riza Chalid Jadi Jaminan di PT OTM Terkait Pinjaman Kredit: Bantuin Anak Saya
Tak lama setelah dokumen Epstein jilid terbaru dipublikasikan, Mandelson mengundurkan diri dari House of Lords, majelis tinggi parlemen Inggris.
Langkah ini dipandang sebagai upaya meredam tekanan publik, meski justru memperkuat dugaan bahwa kasus ini memiliki implikasi serius.
Di sisi lain, Perdana Menteri Keir Starmer berada dalam posisi sulit.
Ia mengakui bahwa dirinya tidak sepenuhnya memahami “kedalaman dan kegelapan” hubungan Mandelson dengan Epstein saat menunjuknya sebagai Duta Besar Inggris untuk AS.
BACA JUGA:Outlook Kredit Indonesia Negatif, Menkeu Santai: Fundamental Ekonomi RI Masih Kebal
Starmer bahkan mengakui bahwa Mandelson berulang kali berbohong selama proses penunjukan jabatan tersebut.
Akibatnya, Mandelson akhirnya dipecat pada September 2025, hanya tujuh bulan setelah menduduki posisi strategis itu.
Dalam pernyataan publiknya, Starmer menyampaikan permohonan maaf kepada para korban Epstein, mengakui adanya kesalahan penilaian.
Namun, ia menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri.