Viral! Kasus 3 Remaja Penyiraman Air Keras di Jakarta Pusat, Diduga Pilih Korban Secara Acak
Viral! Kasus 3 Remaja Penyiraman Air Keras di Jakarta Pusat, Diduga Pilih Korban Secara Acak--Radar Surabaya
BACAKORAN.CO - Kasus penyiraman air keras yang dilakukan oleh sejumlah pelajar di kawasan Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, menjadi perhatian publik setelah terungkap bahwa para pelaku dan korban ternyata tidak saling mengenal.
Menurut keterangan polisi, aksi tersebut dilakukan secara acak tanpa adanya hubungan pribadi antara pelaku dan korban.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, yang menegaskan bahwa para pelaku memilih korban secara random semata.
Roby menjelaskan bahwa motif sementara yang diungkap adalah rasa takut diserang terlebih dahulu.
BACA JUGA:Tabrak Traffic Cone, Calon Pengantin Perempuan Tewas Terlindas Truk Box
Para pelaku mengaku khawatir akan menjadi target serangan dari kelompok pelajar lain, sehingga mereka memilih untuk bertindak agresif lebih dulu.
“Mereka melihat anak-anak sekolah lain di seberang jalan, lalu dengan alasan takut diserang, mereka justru menyerang duluan. Intinya perilaku mereka agresif, dan korbannya dipilih secara acak,” ujar Roby.
Polisi masih mendalami keterangan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya di balik tindakan berbahaya ini.
Aksi penyiraman air keras itu sempat viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat tiga pelajar berseragam sekolah berboncengan di atas sepeda motor.
BACA JUGA:3 Pelajar Pelaku Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih Diamankan Polisi
BACA JUGA:Mudik Gratis 2026: Ratusan Bus Kemenhub Siap Antar Pemudik ke Jawa dan Sumatera
Mereka sempat berhenti di pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan. Namun, saat berpapasan dengan tiga pelajar lain yang juga berboncengan dari arah berlawanan, para pelaku mendekatkan motor mereka dan menyiramkan cairan dari sebuah botol kemasan ke arah korban.
Cairan tersebut mengenai salah satu pelajar yang melintas, sementara para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.