bacakoran.co

Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Pasien, Pelaku Kini Diamakankan Polres Cimahi

Sopir ambulans di Cipatat dianiaya saat membawa pasien. Pelaku ditangkap Polres Cimahi, komunitas sopir tuntut hukuman tegas dan transparan./Kolase Bacakoran.co--Instagram @lambe_turah

BACAKORAN.CO – Kasus penganiayaan terhadap seorang sopir ambulans berinisial AW (53) di Kabupaten Bandung Barat memantik perhatian luas masyarakat. 

Insiden yang terjadi pada Sabtu (7/2/2026) siang itu berawal dari cekcok di jalan sempit ketika ambulans yang dikemudikan AW berpapasan dengan mobil lain yang dikendarai Asep Dani alias ADH. 

Saat itu, AW tengah membawa pasien menuju RSUD Cikalongwetan dalam kondisi darurat.

Menurut keterangan polisi, korban sudah berusaha menunjukkan bahwa ia sedang menjalankan tugas medis dengan membuka pintu belakang ambulans agar pasien terlihat. 

Namun, bukannya memberi jalan, pelaku justru turun dari mobil dan melakukan pemukulan. 

“Ada luka di bagian wajah korban, kemudian korban membuat laporan. Korban sudah divisum dan mendapatkan penanganan medis juga,” jelas Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, Senin (9/2/2026).

BACA JUGA:Viral Video Seorang Istri Histeris saat Suami Dianiaya Pria di Lae Pondom Gegara Tak Dikasih Uang Rp2 Ribu

BACA JUGA:Viral Video Remaja di Asahan Minta Tolong ke Kapolres, Ungkap Sering Dianiaya Sang Ayah

Kapolsek Cipatat, Iwan Setiawan, menuturkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Raya Cirawa–Nyalindung, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat. 

Situasi jalan yang sempit membuat kedua kendaraan tidak bisa saling melintas. 

Ketegangan meningkat hingga pelaku diduga terpancing emosi dan memukul korban di bagian mulut serta dada. 

“Menurut keterangan korban, ia dipukul di bagian mulut dan dada,” terang Iwan.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri karena ketakutan melihat massa yang mulai berdatangan. 

Namun, Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengamankan Asep Dani pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Baros, Kota Cimahi. 

Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Pasien, Pelaku Kini Diamakankan Polres Cimahi

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co – kasus penganiayaan terhadap seorang sopir ambulans berinisial aw (53) di kabupaten bandung barat memantik perhatian luas masyarakat. 

insiden yang terjadi pada sabtu (7/2/2026) siang itu berawal dari cekcok di jalan sempit ketika ambulans yang dikemudikan aw berpapasan dengan mobil lain yang dikendarai asep dani alias adh. 

saat itu, aw tengah membawa pasien menuju rsud cikalongwetan dalam kondisi darurat.

menurut keterangan polisi, korban sudah berusaha menunjukkan bahwa ia sedang menjalankan tugas medis dengan membuka pintu belakang ambulans agar pasien terlihat. 

namun, bukannya memberi jalan, pelaku justru turun dari mobil dan melakukan pemukulan. 

“ada luka di bagian wajah korban, kemudian korban membuat laporan. korban sudah divisum dan mendapatkan penanganan medis juga,” jelas kasi humas polres cimahi, iptu gofur supangkat, senin (9/2/2026).

kapolsek cipatat, iwan setiawan, menuturkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 13.30 wib di jalan raya cirawa–nyalindung, desa cirawamekar, kecamatan cipatat. 

situasi jalan yang sempit membuat kedua kendaraan tidak bisa saling melintas. 

ketegangan meningkat hingga pelaku diduga terpancing emosi dan memukul korban di bagian mulut serta dada. 

“menurut keterangan korban, ia dipukul di bagian mulut dan dada,” terang iwan.

usai melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri karena ketakutan melihat massa yang mulai berdatangan. 

namun, unit resmob satreskrim polres cimahi berhasil mengamankan asep dani pada minggu (8/2/2026) sekitar pukul 22.00 wib di kawasan baros, kota cimahi. 

“untuk terduga pelaku sendiri sudah diamankan pada minggu malam di cimahi. saat ini kasus masih dalam penanganan satreskrim polres cimahi,” ujar gofur.

dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. 

“adapun pada saat pemeriksaan, terduga pelaku mengakui bahwa dirinya melakukan penganiayaan terhadap korban dan melarikan diri karena ketakutan oleh massa yang mendatanginya,” imbuh gofur.

kasus ini langsung memicu reaksi keras dari komunitas sopir ambulans di bandung barat. 

ratusan pengemudi ambulans mendatangi mapolres cimahi pada dini hari setelah penangkapan pelaku. 

mereka menuntut agar pelaku dihukum berat dan memastikan proses hukum berjalan transparan. 

“jadi mereka menunjukkan solidaritas terhadap korban dan memastikan agar pelaku benar-benar sudah diamankan serta kasus ini ditangani. kami sudah sampaikan bahwa kasus ini sedang ditangani,” kata gofur.

polisi juga mengonfirmasi bahwa audiensi dilakukan dengan perwakilan sopir ambulans. 

“tadi malam rekan-rekan sopir ambulans datang, kami terima dan lakukan audiensi. intinya mereka mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian,” jelasnya.

insiden ini menjadi sorotan publik karena menyangkut layanan darurat medis yang seharusnya mendapat prioritas di jalan. 

banyak pihak menilai bahwa penganiayaan terhadap sopir ambulans bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menghambat pelayanan kesehatan yang vital. 

polisi kini masih mendalami motif pelaku serta konstruksi hukum yang akan dikenakan. 

“sementara memang ada pengakuan melakukan pemukulan, kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar gofur.

kapolsek cipatat menambahkan bahwa keluarga pelaku sudah diajak berkomunikasi dan siap kooperatif. 

“sudah ada komunikasi dengan keluarga. dia sempat ketakutan karena kasus ini viral, dan keluarga siap kooperatif menghadirkannya. motif akan diketahui setelah pemeriksaan,” jelas iwan.

Tag
Share