Dirut KAI: Utang Whoosh Sudah Beres, Pemerintah Siapkan Skema Pembayaran
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat konferensi pers di Jakarta, 3 November 2025.--Disway.ID
BACAKORAN.CO - Pemerintah memastikan persoalan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh telah menemukan solusi.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menegaskan bahwa secara prinsip masalah utang proyek whoosh telah selesai, menyusul komitmen langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Bobby saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menekankan bahwa keputusan pemerintah terkait penyelesaian kewajiban keuangan proyek kereta cepat telah ditetapkan, meskipun mekanisme teknis pelaksanaannya masih dalam proses pembahasan.
“Sudah, sudah beres kan, kan waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah beres, sudah beres,” ujar Bobby saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/2/2026).
BACA JUGA:KPK Selidiki Banyak Titik Lahan Proyek Kereta Cepat Whoosh: Apa Saja Temuannya?
BACA JUGA:Top! Purbaya Akhirnya Dilibatkan Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh ke China!
Bobby menjelaskan bahwa fokus pemerintah saat ini bukan lagi pada pencarian solusi, melainkan pada penyusunan tata laksana pembayaran yang paling tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keuangan negara maupun pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Masalahnya sendiri sudah selesai, dan tata laksananya lagi dibahas dan dirumuskan pemerintah. Pokoknya sudah beres, selesai,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, persoalan utang KCJB Whoosh menjadi perhatian publik karena nilai kewajibannya yang besar.
Berdasarkan data pemerintah dan operator proyek, total utang kereta cepat mencapai lebih dari Rp116 triliun hingga sekitar Rp120 triliun.
BACA JUGA:Resmi Dilantik! Thomas Djiwandono Emban Amanah Berat Sebagai Deputi Gubernur BI
BACA JUGA:Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Pasien, Pelaku Kini Diamakankan Polres Cimahi
Sebagian besar pembiayaan proyek tersebut berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan tingkat bunga sekitar 2 persen per tahun.