Dirut KAI: Utang Whoosh Sudah Beres, Pemerintah Siapkan Skema Pembayaran
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat konferensi pers di Jakarta, 3 November 2025.--Disway.ID
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengambil peran aktif dalam penyelesaian kewajiban keuangan proyek strategis nasional tersebut.
Pemerintah disebut siap mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun per tahun sebagai bagian dari skema pembayaran utang.
Menurut Presiden, kebijakan tersebut dinilai sepadan dengan manfaat yang dihasilkan oleh proyek kereta cepat, termasuk peningkatan konektivitas, pengurangan kemacetan dan polusi, serta alih teknologi perkeretaapian modern.
Sejalan dengan pernyataan Direktur Utama KAI, pemerintah juga tengah membahas restrukturisasi keuangan proyek KCJB.
BACA JUGA:Puluhan Siswa SMKN 4 Pati Diduga Keracunan MBG, Pemkab Auto Kirim Sampel Lauk-Sayur ke Laboratorium
BACA JUGA:Pasar Loak Kampung Ujung Banyuwangi Terbakar, Lima Kios dan Dua Motor Ludes
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pembahasan tersebut telah dilakukan bersama Kementerian Keuangan.
“Jadi bicara tentang restrukturisasi keuangan. Kereta cepat ini juga menjadi pembahasan,” papar AHY kepada wartawan saat tiba di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
AHY menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan penyelesaian utang dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, dengan mempertimbangkan keberlanjutan proyek serta keamanan fiskal negara.
Menurutnya, langkah restrukturisasi diperlukan agar proyek kereta cepat tetap memberikan nilai ekonomi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang beberapa saat lalu juga mendapatkan perhatian masyarakat luas, kami ingin memastikan bahwa apa yang menjadi direktif dari Bapak Presiden agar ini bisa diselesaikan dengan baik,” sambungnya.
Selain penyelesaian kewajiban keuangan, pemerintah juga membuka peluang pengembangan lanjutan proyek kereta cepat.
Presiden Prabowo disebut berharap agar jaringan kereta cepat tidak hanya berhenti di Bandung, tetapi dapat diperluas hingga wilayah lain di Pulau Jawa.