bacakoran.co

Komnas HAM Terima Aduan Kematian Legal Manager PT Bososi Pratama, Istri Sebut Ada Ancaman Sebelum Meninggal

Komnas HAM Terima Aduan Kematian Legal Manager PT Bososi Pratama, Istri Sebut Ada Ancaman Sebelum Meninggal--

Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan pekerja, konflik legalitas perusahaan, serta dugaan intimidasi yang berujung pada kematian.

Publik menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dan Komnas HAM untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Komnas HAM Terima Aduan Kematian Legal Manager PT Bososi Pratama, Istri Sebut Ada Ancaman Sebelum Meninggal

Melly

Melly


bacakoran.co - komisi nasional hak asasi manusia (komnas ham) menerima pengaduan resmi terkait kematian novia catur iswanto, legal manager pt bososi pratama, perusahaan tambang nikel.

aduan tersebut disampaikan langsung oleh istri almarhum, dyah ayu pregawati, di kantor komnas ham, jakarta, pada senin, 9 februari 2026.

pengaduan ini diajukan karena keluarga menilai novia menyimpan kejanggalan, terutama adanya dugaan intimidasi dan ancaman yang diterima almarhum sebelum meninggal dunia.

dyah berharap komnas ham dapat menelusuri peristiwa tersebut secara objektif dan menyeluruh demi mendapatkan keadilan.

staf komnas ham, gabriel, didampingi fafa, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban.

menurut gabriel, komnas ham akan mempelajari seluruh materi aduan untuk menentukan langkah lanjutan sesuai dengan kewenangannya.

“laporan akan kami pelajari untuk kemudian ditindaklanjuti,” ujar gabriel singkat kepada awak media.

langkah ini menjadi awal proses penelaahan dugaan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya terkait hak atas rasa aman dan perlindungan dari intimidasi dalam konteks pekerjaan.

istri korban ungkap dugaan ancaman

dalam keterangannya, dyah ayu pregawati menyampaikan bahwa kedatangannya ke komnas ham bertujuan untuk mencari keadilan atas kematian suaminya yang dinilai tidak wajar.

ia mengungkapkan bahwa sebelum , novia sempat menerima ancaman serius yang berkaitan dengan tugasnya sebagai legal manager.

“sebelum meninggal, suami saya mendapat ancaman agar berhenti mengurus administrasi legal perusahaan. karena itu kami minta kasus ini diusut tuntas,” kata dyah.

ancaman tersebut, menurut dyah, berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis almarhum.

novia yang sebelumnya dikenal tenang dan sehat, berubah menjadi murung, gelisah, dan terlihat tertekan sejak menerima intimidasi tersebut.

dyah juga mengungkapkan bahwa novia sejatinya dijadwalkan memenuhi panggilan bareskrim polri untuk memberikan keterangan terkait kisruh kepemilikan dan legalitas perseroan. namun, rencana tersebut tidak terlaksana.

novia dilaporkan jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia pada 27 desember 2025.

kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama karena almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

pihak perusahaan, melalui humas pt bososi pratama, khotibul umam, membenarkan adanya ancaman yang diterima oleh novia catur iswanto.

ia menyebut ancaman tersebut disampaikan melalui pesan yang bersifat intimidatif.

“kalau mau selamat, berhenti mengurus administrasi legal pt bososi,” ujar khotibul menirukan isi ancaman yang diterima almarhum.

menurut khotibul, sebelum menerima ancaman tersebut, novia tidak memiliki riwayat penyakit serius. namun setelah intimidasi terjadi, kondisi kesehatannya menurun secara drastis hingga akhirnya meninggal dunia.

selain melapor ke komnas ham, tim hukum pt bososi pratama juga telah mengirim surat permohonan keadilankepada pemerintah dan sejumlah lembaga terkait.

surat tersebut berisi permintaan agar penegakan hukum dilakukan secara transparan dan menyeluruh terhadap dugaan intimidasi yang dialami novia.

keluarga dan perusahaan berharap komnas ham dapat mengusut dugaan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya terkait perlindungan pekerja dari ancaman dan tekanan dalam menjalankan tugas profesionalnya.

kasus ini kini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan pekerja, konflik legalitas perusahaan, serta dugaan intimidasi yang berujung pada kematian.

publik menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dan komnas ham untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Tag
Share