palembang, bacakoran.co – suasana desa suwawal timur, kecamatan pakis aji, kabupaten jepara, mendadak mencekam setelah kabar duka beruntun menimpa warga.
lima orang dilaporkan meninggal dunia usai menenggak minuman keras () oplosan jenis gingseng di sebuah warung yang sudah lama beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
kronologi kematian berantai
tragedi ini berlangsung seperti efek domino sejak akhir pekan lalu.
korban pertama, warga bulungan, pakis aji, meninggal pada minggu malam (8/2/2026).
sehari kemudian, senin (9/2/2026), tiga nyawa kembali melayang, satu dari suwawal timur dan dua dari dukuh demeling, kecamatan mlonggo.
selasa pagi (10/2/2026), korban kelima asal suwawal timur menambah daftar panjang tragedi ini.
tak berhenti di situ, kabar yang beredar menyebutkan masih ada beberapa warga lain yang kini kritis dan tengah dirawat intensif di rumah sakit swasta di jepara.
kondisi mereka dilaporkan terus diawasi ketat oleh tim medis.
warung karaoke dan bisnis gelap
penelusuran di lapangan mengungkap fakta mengejutkan. warung karaoke yang menjadi lokasi pesta miras itu ternyata sudah lama menjual minuman keras oplosan jenis gingseng, bahkan disebut-sebut sudah berlangsung hampir satu dekade.
“sudah lama sekali jualan miras, sistemnya per gelas. kalau karaokenya baru ada sekitar tiga tahunan ini,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.
informasi awal juga menyebutkan miras yang dikonsumsi korban memiliki bau tidak lazim, bahkan menyerupai aroma sabun.
dugaan kuat pun muncul bahwa minuman tersebut mengandung zat berbahaya yang memicu kematian beruntun.
kapolres jepara, akbp hadi kristanto, menegaskan pihaknya sudah turun tangan.
“saat ini masih dalam proses penyelidikan intensif,” ujarnya singkat. sementara itu, satreskrim polres jepara juga telah memeriksa penjual miras yang diduga memasok minuman oplosan tersebut.
langkah hukum ini diharapkan bisa mengungkap penyebab pasti tragedi sekaligus menekan peredaran miras oplosan yang meresahkan masyarakat.