BACAKORAN.CO - Persis Solo dan Borneo FC harus mengeluarkan banyak uang bukan untuk belanja pemain. Mereka masing-masing harus keluarkan Rp100 juta gegara Komdis PSSI.
Komdis PSSI jatuhkan sanksi masing-masing Rp100 juta akibat telat masuk ke lapangan. Kejadian itu terjadi pada saat Persis Solo menjamu Borneo FC pada 23 Januari 2026.
"Terlambat memasuki lapangan pada babak kedua sehingga membuat pertandingan babak kedua mundur selama 105 detik. Keputusan, denda Rp100 juta," tulis Komdis melalui laman resmi PSSI.
Komdis menyidangkan banyak kasus dalam sepekan antara 21 hingga 28 Januari 2026. Dari sidang tersebut, total denda yang terkumpul adalah Rp797,5 juta.
BACA JUGA:Komdis Hukum Persis Bayar Rp 250 Juta Gegara Flare, Striker Timnas Juga Dapat Larangan Bermain 2 Pertandingan!
Selain Persis dan Borneo FC, ada tim lain yang mendapatkan hukuman denda. Rp60 juta harus dibayarkan oleh Bhayangkara FC gegara dalam satu pertandingan ada 5 pemain dan 1 ofisial mendapatkan kartu kuning.
Lalu Tim PSBS Biak harus bayar denda Rp50 juta karena saat menantang tuan rumah Persib Bandung pada 25 Januari 2026, terlambat mengumpulkan e-starterlist.

Borneo FC harus bayar denda ke PSSI akibat sanksi Komdis-Borneo FC-
Selanjutnya Panitia pelaksana Dewa United Banten FC harus bayar denda Rp40 juta karena tidak meneydiakan lemari pendingin di dalam ruang ganti kedua tim.
Kejadian itu tersaji saat Dewa United melawan Arema FC pada 26 Januari 2026.
Dari sidang sepekan Komdis PSSI itu, pihak dengan denda terkecil adalah pemain PSGC Ciamis, Iyan Pratama. Dia mendapatkan denda Rp2,5 juta dan hukuman tambahan larangan bermain sebanyak 4 pertandingan.
BACA JUGA:Komdis Tak Hukum Suporter Ikut Away ke Markas Lawan
Hukuman itu harus dijalani karena melakukan pelanggaran serius bertindak kasar mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga mengenai tubuh pemain lawan ketika PSGC melawan Persikota Kota Tangerang. Pada momen itu, dia mendapatkan kartu merah langsung.
Kemudian Egi Regiansyah juga mendapatkan denda sebesar Rp2,5 juta dan tambahan larangan bermain sebanyak 1 pertandingan.
Komdis Sepekan Sidang Kumpulkan Rp797,5 juta, Persis dan Borneo Terima Denda Terbanyak
Kumaidi
Kumaidi
bacakoran.co - persis solo dan borneo fc harus mengeluarkan banyak uang bukan untuk belanja pemain. mereka masing-masing harus keluarkan rp100 juta gegara komdis pssi.
komdis pssi jatuhkan sanksi masing-masing rp100 juta akibat telat masuk ke lapangan. kejadian itu terjadi pada saat persis solo menjamu borneo fc pada 23 januari 2026.
"terlambat memasuki lapangan pada babak kedua sehingga membuat pertandingan babak kedua mundur selama 105 detik. keputusan, denda rp100 juta," tulis komdis melalui laman resmi pssi.
komdis menyidangkan banyak kasus dalam sepekan antara 21 hingga 28 januari 2026. dari sidang tersebut, total denda yang terkumpul adalah rp797,5 juta.
selain persis dan borneo fc, ada tim lain yang mendapatkan hukuman denda. rp60 juta harus dibayarkan oleh bhayangkara fc gegara dalam satu pertandingan ada 5 pemain dan 1 ofisial mendapatkan kartu kuning.
lalu tim psbs biak harus bayar denda rp50 juta karena saat menantang tuan rumah persib bandung pada 25 januari 2026, terlambat mengumpulkan e-starterlist.

borneo fc harus bayar denda ke pssi akibat sanksi komdis-borneo fc-
selanjutnya panitia pelaksana dewa united banten fc harus bayar denda rp40 juta karena tidak meneydiakan lemari pendingin di dalam ruang ganti kedua tim.
kejadian itu tersaji saat dewa united melawan arema fc pada 26 januari 2026.
dari sidang sepekan komdis pssi itu, pihak dengan denda terkecil adalah pemain psgc ciamis, iyan pratama. dia mendapatkan denda rp2,5 juta dan hukuman tambahan larangan bermain sebanyak 4 pertandingan.
hukuman itu harus dijalani karena melakukan pelanggaran serius bertindak kasar mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga mengenai tubuh pemain lawan ketika psgc melawan persikota kota tangerang. pada momen itu, dia mendapatkan kartu merah langsung.
kemudian egi regiansyah juga mendapatkan denda sebesar rp2,5 juta dan tambahan larangan bermain sebanyak 1 pertandingan.
hukuman ini harus dijalani karena egi menghalangi tim lawan mencetak gol serta mendapatkan kartu merah langsung.
kejadian itu tersaji pada pertandingan perserang serang vs tri brata rafflesia fc pada 25 januari 2026.