Tak Ada Sosialisasi, Warga Pertanyakan Pembangunan Hauling Batu Bara
Tak ada sosialisasi, warga pertanyakan pembukaan lahan untuk jalan batubara. (foto : ozzy/enimekspres)--
BACAKORAN.CO -- Warga Desa Kepur, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan mempertanyakan pembukaan lahan yang informasinya akan dijadikan jalan khusus atau hauling angkutan batubara.
Pasalnya, pembukaan lahan dan rencana pembangunan jalan tersebut dilakukan tanpa disosialisasikan kepada warga setempat.
Padahal, jika benar pembangunan itu untuk jalan khusus angkutan batubara, maka dipastikan ada efek lingkungan yang negatif bagi warga sekitar.
Ketua LSM Serasan Hijau yang juga masyarakat Desa Kepur, Andi Irawan mengatakan terkait rencana pembangunan jalan hauling yang melintasi Desa Kepur, pihaknya meminta kejelasan dari pihak pemerintah desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten untuk melakukan sosialisasi.
BACA JUGA:5 Km Berada di Lahan PTBA, Pembagunan Jalan Khusus Angkutan Batubara Masih Terkendala
BACA JUGA:Geram, Warga Stop Paksa Angkutan Batubara, Langgar Kesepakatan Melintas, Ini Akibatnya
Hal itu harus dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran yang berkenaan dengan perizinan, termasuk analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).
Andi mengaku sudah menghubungi kepala desa namun belum ada kejelasan bahkan tidak mengetahui perusahaan yang mengerjakan jalur tersebut.
"Saya sudah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup mempertanyakan segala hal terkait perizinan dan perusahan yang mengerjakan hauling tersebut,"jelas Andi, Rabu 11 Februari 2026.
Andi juga mengaku aneh karena sejumlah warga yang telah mendapatkan ganti rugi terkait pengerjaan hauling tersebut tidak mengetahui perusahaan apa yang melakukan pembayaran.
BACA JUGA:Suzuki Carry Pick Up 2026 Resmi Hadir! Ini Spesifikasi, Kelebihan, dan Harga Terbarunya
Dia berharap agar perusahaan yang dimaksud untuk bersikap transparan. "Kami mendukung kebijakan pemerintah untuk membangun jalan hauling, karena bermanfaat bagi masyarakat, dari informasi yang ada jalur hauling tersebut akan tembus ke Servo Km 107," ungkapnya
Andi mempertanyakan terkait tanggungjawab ke depan, seandainya tidak dilakukan secara transparan bagaimana nasib masyarakat terdampak di kemudian hari termasuk sebab dan akibat.