bacakoran.co

Lebih dari Kata Guru: Mengapa ‘Cikgu’ Jadi Istimewa di Malaysia

Lebih dari Kata Guru: Mengapa ‘Cikgu’ Jadi Istimewa di Malaysia--CNN Indonesia

BACAKORAN.CO - Dalam percakapan sehari-hari di Malaysia, satu kata yang begitu akrab dan penuh makna sering terdengar: “Cikgu.”

Sekilas, bagi orang luar Malaysia, kata ini mungkin hanya dipahami sebagai “guru” atau “pengajar.”

Namun, jika ditelusuri lebih jauh, “Cikgu” bukan sekadar sebutan profesi, melainkan sebuah simbol penghormatan, kedekatan emosional, dan pengakuan terhadap peran mulia seorang pendidik dalam masyarakat.

Secara etimologi, “Cikgu” berasal dari gabungan kata “Encik” dan “Guru.” “Encik” adalah panggilan hormat untuk laki-laki, mirip dengan “Bapak” atau “Tuan” dalam bahasa Indonesia, sedangkan “Guru” merujuk pada sosok pengajar.

BACA JUGA:Tahukah Kamu? Doa Agar Suami Tidak Pelit yang Bisa Kamu Amalkan, Dijamin Manjur!

BACA JUGA:Skechers Ultra Flex 3.0 Wanita 2026: Sepatu Stylish dengan Kenyamanan Maksimal untuk Aktivitas Seharian

Ketika kedua kata ini digabungkan, lahirlah istilah “Cikgu” yang secara otomatis mengangkat derajat seorang pengajar ke posisi yang terhormat.

Dengan kata lain, bahasa Malaysia sejak awal telah menanamkan nilai penghormatan tinggi terhadap figur yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, makna “Cikgu” tidak berhenti di ruang kelas. Dalam kehidupan sehari-hari, siapa pun yang memberikan bimbingan, mengajarkan keterampilan, atau sekadar menyalurkan nasihat bijak sering dipanggil “Cikgu.”

Seorang pelatih silat, seorang mentor bisnis, bahkan seorang tetua kampung yang membagikan kebijaksanaan hidup bisa saja dipanggil dengan sebutan ini.

BACA JUGA:Adidas Cloudfoam Pure & Lite Racer: Sepatu Walking Ringan dan Stylish untuk Gaya Hidup Aktif

BACA JUGA:Brooks Adrenaline GTS: Sepatu Walking Premium dengan Dukungan Ekstra untuk Wanita Aktif

Hal tersebut mencerminkan bahwa peran “Cikgu” melampaui kurikulum akademik; mereka adalah agen pembentuk karakter, penjaga nilai moral, dan teladan yang patut dicontoh.

Hubungan antara murid dan “Cikgu” di Malaysia juga memiliki keunikan tersendiri.

Lebih dari Kata Guru: Mengapa ‘Cikgu’ Jadi Istimewa di Malaysia

Ayu

Ayu


bacakoran.co - dalam percakapan sehari-hari di malaysia, satu kata yang begitu akrab dan penuh makna sering terdengar: “cikgu.”

sekilas, bagi orang luar malaysia, kata ini mungkin hanya dipahami sebagai “guru” atau “pengajar.”

namun, jika ditelusuri lebih jauh, “cikgu” bukan sekadar sebutan profesi, melainkan sebuah simbol penghormatan, kedekatan emosional, dan pengakuan terhadap peran mulia seorang pendidik dalam masyarakat.

secara etimologi, “cikgu” berasal dari gabungan kata “encik” dan “guru.” “encik” adalah panggilan hormat untuk laki-laki, mirip dengan “bapak” atau “tuan” dalam bahasa indonesia, sedangkan “guru” merujuk pada sosok pengajar.

ketika kedua kata ini digabungkan, lahirlah istilah “cikgu” yang secara otomatis mengangkat derajat seorang pengajar ke posisi yang terhormat.

dengan kata lain, bahasa malaysia sejak awal telah menanamkan nilai penghormatan tinggi terhadap figur yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.

namun, makna “cikgu” tidak berhenti di ruang kelas. dalam kehidupan sehari-hari, siapa pun yang memberikan bimbingan, mengajarkan keterampilan, atau sekadar menyalurkan nasihat bijak sering dipanggil “cikgu.”

seorang pelatih silat, seorang mentor bisnis, bahkan seorang tetua kampung yang membagikan kebijaksanaan hidup bisa saja dipanggil dengan sebutan ini.

hal tersebut mencerminkan bahwa peran “cikgu” melampaui kurikulum akademik; mereka adalah agen pembentuk karakter, penjaga nilai moral, dan teladan yang patut dicontoh.

hubungan antara murid dan “cikgu” di malaysia juga memiliki keunikan tersendiri.

ikatan itu seringkali berlangsung seumur hidup. mantan murid tetap memanggil pengajar lamanya dengan sebutan “cikgu” meskipun sudah dewasa, sukses, dan memiliki jabatan tinggi.

panggilan ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan seorang pendidik yang telah membentuk masa depan mereka.

rasa terima kasih yang tak lekang oleh waktu ini memperlihatkan betapa dalamnya makna emosional dari kata “cikgu.”

dalam budaya populer, gambaran tentang “cikgu” juga sering muncul. misalnya, dalam serial animasi terkenal “upin & ipin,” sosok cikgu jasmin digambarkan sebagai figur berwibawa sekaligus penyayang.

representasi ini memperkuat persepsi masyarakat bahwa seorang “cikgu” bukan hanya pengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga pembimbing kehidupan.

ia adalah sosok yang mampu menyeimbangkan ketegasan dengan kasih sayang, disiplin dengan kelembutan.

lebih jauh lagi, panggilan “cikgu” adalah bentuk pengakuan terhadap profesi yang sering disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa.”

mereka berada di garda terdepan pendidikan, membentuk jiwa dan masa depan generasi.

ketika seseorang menyebut “cikgu,” yang terlintas bukan hanya sosok yang berdiri di depan kelas, melainkan figur yang menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan rasa hormat.

kata ini sarat makna, menjadi cerminan bagaimana masyarakat malaysia menghargai peran pendidik dalam membangun bangsa.

oleh karena itu, lain kali anda mendengar kata “cikgu” di malaysia, ingatlah bahwa itu lebih dari sekadar sebutan profesi.

itu adalah ekspresi penghormatan mendalam, rasa terima kasih, dan pengakuan terhadap peran mulia seorang pendidik.

“cikgu” adalah panggilan yang hidup dalam budaya, melekat dalam ingatan murid, dan menjadi simbol ikatan emosional antara guru dan masyarakat.

sebuah kata sederhana, tetapi dengan makna yang begitu luas dan mendalam.

Tag
Share