bacakoran.co

Freeport Dikuasai RI! Saham Indonesia Naik Jadi 63%, Kontrak Tambang Meledak Hingga 2061

Bahlil menegaskan bahwa dalam proses negosiasi lanjutan pasca-penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pemerintah akan mengedepankan kepentingan nasional sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.--Antara

BACAKORAN.CO - Kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia akan meningkat menjadi 63 persen setelah perpanjangan izin kontrak tambang hingga 2061.  

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa saat ini porsi saham Indonesia berada di angka 51 persen dengan masa kontrak berlaku hingga 2041.

Dalam skema perpanjangan tersebut, pemerintah memperoleh tambahan 12 persen saham melalui mekanisme divestasi tanpa biaya akuisisi.

“Perpanjangan ini dilakukan agar eksplorasi bisa dimulai lebih awal dengan tambahan 12 persen saham kepada negara. Divestasi ini tanpa biaya pengambilalihan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual, Jumat, 20 Februari 2026.  

BACA JUGA:Bocah 12 Tahun Meninggal dengan Luka di Sekujur Tubuh Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Korban Minta Autopsi

BACA JUGA:Makin Memanas, Ammar Zoni Ungkap Bukti Pemerasan dari Polisi ke Hakim di Kasus Pengedaran Narkoba, Siapa?

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan bahwa pemerintah akan membagi penambahan kepemilikan 12 persen saham tersebut kepada Pemerintah Daerah Papua.

"Dengan demikian maka penciptaan lapangan pekerjaan dapat bertambah, yang eksis pun tetap bertahan, pendapatan negara juga bertambah, begitupun royalti, PNBP, dan pendapatan daerah. Nah, kira-kira itu terkait dengan Freeport," jelas dia.  

Bahlil menegaskan bahwa dalam proses negosiasi lanjutan pasca-penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pemerintah akan mengedepankan kepentingan nasional sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

"Sudah barang tentu dalam bernegosiasi, kami akan mengedepankan kepentingan negara lebih ke depan," tegasnya.

BACA JUGA:Indonesia Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kerja Sama Strategis dengan Amerika Serikat, Ini Dampaknya bagi Masa

BACA JUGA:Natalius Pigai Dorong Revisi UU HAM, Komnas HAM Berpeluang Bentuk Unit Penyidikan HAM Berat

Ia juga mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir, pemerintah Indonesia bersama BUMN melalui MIND ID telah melakukan negosiasi intensif dengan induk usaha Freeport, yakni Freeport-McMoRan.  

Skema perpanjangan ini disiapkan seiring dengan proyeksi puncak produksi tambang yang diperkirakan terjadi pada 2035.

Freeport Dikuasai RI! Saham Indonesia Naik Jadi 63%, Kontrak Tambang Meledak Hingga 2061

Ayu

Ayu


bacakoran.co - kepemilikan saham indonesia di pt freeport indonesia akan meningkat menjadi 63 persen setelah perpanjangan izin kontrak tambang hingga 2061.  

menteri energi dan sumber daya mineral (esdm) bahlil lahadalia menjelaskan bahwa saat ini porsi saham indonesia berada di angka 51 persen dengan masa kontrak berlaku hingga 2041.

dalam skema perpanjangan tersebut, pemerintah memperoleh tambahan 12 persen saham melalui mekanisme divestasi tanpa biaya akuisisi.

“perpanjangan ini dilakukan agar eksplorasi bisa dimulai lebih awal dengan tambahan 12 persen saham kepada negara. divestasi ini tanpa biaya pengambilalihan,” ujar bahlil dalam konferensi pers virtual, jumat, 20 februari 2026.  

ketua umum partai golkar ini menambahkan bahwa pemerintah akan membagi penambahan kepemilikan 12 persen saham tersebut kepada pemerintah daerah papua.

"dengan demikian maka penciptaan lapangan pekerjaan dapat bertambah, yang eksis pun tetap bertahan, pendapatan negara juga bertambah, begitupun royalti, pnbp, dan pendapatan daerah. nah, kira-kira itu terkait dengan freeport," jelas dia.  

bahlil menegaskan bahwa dalam proses negosiasi lanjutan pasca-penandatanganan nota kesepahaman (mou), pemerintah akan mengedepankan kepentingan nasional sebagaimana amanat pasal 33 uud 1945.

"sudah barang tentu dalam bernegosiasi, kami akan mengedepankan kepentingan negara lebih ke depan," tegasnya.

ia juga mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir, pemerintah indonesia bersama bumn melalui mind id telah melakukan negosiasi intensif dengan induk usaha freeport, yakni freeport-mcmoran.  

skema perpanjangan ini disiapkan seiring dengan proyeksi puncak produksi tambang yang diperkirakan terjadi pada 2035.

"kita tahu bahwa konsentrat freeport sekarang memproduksi satu tahun pada saat belum terjadi musibah itu mencapai 3,2 juta ton biji konsentrat daripada tembaga yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900.000 lebih tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas," imbuhnya.  

sebagai informasi tambahan, pemerintah indonesia memastikan bahwa perpanjangan kontrak tambang dengan pt freeport indonesia hingga 2061 disertai komitmen investasi besar dari pihak freeport.

nilai investasi tersebut mencapai us$20 miliar atau setara rp337,7 triliun (dengan asumsi kurs rp16.890 per dolar as) dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

menteri investasi/bkpm rosan roeslani menegaskan bahwa pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman (mou) dengan pihak freeport sebagai tindak lanjut mandat yang diberikan pemerintah.  

"kemarin juga sudah ditandatangani kesepakatan mou antara freeport dan juga pemerintah indonesia. pihak freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan nilainya itu us$20 miliar," ujar rosan.  

dengan adanya perpanjangan kontrak ini, indonesia tidak hanya memperkuat posisi kepemilikan saham di freeport.

tetapi juga memastikan keberlanjutan investasi jangka panjang yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

khususnya dalam hal penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan negara, serta kontribusi terhadap pembangunan daerah di papua.

langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kepentingan nasional dalam pengelolaan sumber daya alam strategis.  

Tag
Share