bacakoran.co

Tragis! 4 Fakta Kasus Kematian Arianto Tawakal, Oknum Brimob MS Kini Ditahan

Oknum anggota Brimob yang diduga terlibat dalam kasus kematian pelajar 14 tahun, Arianto Tawakal, di Kota Tual.--Instagram mangentemaluku

Tragis! 4 Fakta Kasus Kematian Arianto Tawakal, Oknum Brimob MS Kini Ditahan

Deby Tri

Deby Tri


maluku, bacakoran.co – kasus pelajar berusia 14 tahun di kota tual kini memasuki fase krusial, setelah seorang oknum anggota brimob berinisial ms resmi ditahan setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan helm hingga menyebabkan korban terjatuh dan meninggal dunia.

peristiwa yang awalnya diduga sebagai kecelakaan lalu lintas ini berubah menjadi perkara serius setelah keterangan saksi dan keluarga korban mengarah pada dugaan tindak kekerasan oleh aparat bersenjata.

kasus ini bukan hanya menyita perhatian warga lokal, tetapi juga publik luas karena menyangkut integritas aparat penegak hukum serta keselamatan khususnya anak di bawah umur.

berikut adalah 4 fakta kasus kasus kematian arianto tawakal:

1. anggota brimob ms ditahan, proses hukum berjalan ganda

terduga pelaku diketahui merupakan personel kompi 1 batalyon c pelopor satuan brimob.

saat ini, bripda ms ditahan di rumah tahanan  dan menjalani dua proses sekaligus, yakni pidana umum serta pemeriksaan pelanggaran kode etik profesi.

pihak menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota. 

jika terbukti bersalah, sanksi yang menanti tidak hanya hukuman penjara, tetapi juga pemberhentian tidak dengan hormat (ptdh).

untuk memastikan objektivitas, unsur pengawas internal seperti irwasda dan bidpropam turut dilibatkan guna menelusuri setiap detail kejadian.

2. dugaan pemukulan dengan helm di jalan turunan

insiden terjadi pada kamis pagi, 19 februari 2026, di kawasan jalan turunan dekat rsud maren dan kampus uningrat, kota tual. 

saat itu, arianto tawakal berboncengan dengan kakaknya, nasri karim, usai melaksanakan salat subuh.

berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, seorang anggota brimob menghentikan mereka lalu diduga langsung memukul arianto menggunakan helm. 

akibat pukulan tersebut, korban kehilangan keseimbangan, motor oleng, dan keduanya terjatuh.

korban sempat sadar, namun mengalami pendarahan dari hidung dan mulut serta benturan keras di bagian belakang kepala. 

arianto kemudian dilarikan ke rsud karel sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan intensif.

sayangnya, sekitar pukul 13.00 wit, korban dinyatakan meninggal dunia.

sementara sang kakak mengalami patah tulang dan masih menjalani perawatan.

3. bantahan tuduhan balap liar

nasri karim menegaskan bahwa dirinya dan adiknya tidak melakukan balap liar.

ia menjelaskan motor melaju cepat karena kondisi jalan menurun, bukan karena adu kecepatan.

bahkan, nasri mengaku sempat mendengar anggota brimob lain menegur terduga pelaku dengan kalimat, “kenapa pukul pakai helm.”

pernyataan ini semakin memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan kecelakaan murni, melainkan akibat tindakan kekerasan.

4. desakan keluarga: usut tuntas dan transparan

ayah korban rijik tawakal, meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara terbuka dan adil.

keluarga berharap proses hukum berjalan tanpa intervensi, sehingga keadilan benar-benar ditegakkan.

kasus kematian arianto tawakal kini menjadi ujian besar bagi institusi kepolisian dalam menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

Tag
Share