Lagi, OTT di Kabupaten Muara Enim, Polisi Tangkap Oknum Wartawan
Oknum Wartawan Tertangkap Tangan Peras 4 Kades di Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim. (foto : ozzy/enimekspres)--
BACAKORAN.CO -- Setelah dihebohkan dengan pemberitaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan terhadap seorang oknum wakil rakyat Kabupaten Muara Enim, peristiwa OTT kembali terjadi.
Kali ini, OTT di kabupaten yang kaya batu bara itu dilakukan Unit Reskrim Polsek Gunung Megang, Polres Muara Enim.
Dalam OTT yang dilakukan pada Jumat 20 Februari 2026 sekira pukul 20.30 WIB, di depan salah satu warung waralaba moderen di Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim itu, polisi menangkap seorang pria yang mengaku sebagai wartawan.
Pelaku yang kemudian di ketahui bernama Hendra Wijaya (32), warga Jl Mangga Raya LK 1 RT 03 RW 01, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan itu ditangkap karena diduga telah memeras 4 orang Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim.
BACA JUGA:Terima Uang dari Pengusaha, Oknum Anggota DPRD Muara Enim Terjaring OTT , Ini Profilnya
BACA JUGA:Kronologi OTT Kejati Sumsel, Anggota DPRD Muara Enim dan Anak Diduga Terima Suap Rp 1,6 Miliar
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang saat dikonfirmasi membenarkan adanya OTT terhadap oknum wartawan tersebut.
"Iya benar, tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Gunung Megang," jelas AKP RTM Situmorang, seperti di kutip dari Enim Ekspres. co.id, Minggu 22 Februari 2026.
Polisi menjelaskan, kronologi kasus ini bermula ketika pelaku yang mengaku berprofesi sebagai wartawan menghubungi Kades Pagar Dewa, Helkandi (44) via WhatsApp sekitar pukul 09.35 WIB. Pelaku mengajak untuk bertemu.
Dalam percakapan tersebut, tersangka meminta uang sebesar Rp3 juta untuk setiap kades di Kecamatan Benakat dengan alasan “pengamanan pemberitaan” atau tidak memberitakan hal-hal buruk yang terjadi di desa di kecamatan Benakat.
BACA JUGA:Yamaha Mio Street 155 Hadir Headlamp LED Tajam dan Mesin 155 CC, Kalahkan Beat Street dan Vario?
Korban yang khawatir dengan "tawaran" yang seakan menakut-nakuti itu mengaku tidak sanggup dengan permintaan uang sebesar itu.
Namun pelaku terus mengajak bernegosiasi dengan menurunkan permintaannya menjadi Rp2 juta untuk setiap kades dan diamini korban.