bacakoran.co

Viral! Pelanggan Ngaku Aparat Polisi Aniaya 3 Petugas SPBU di Cipinang, Propam Turun Tangan

Petugas SPBU Cipinang dianiaya pelanggan ngaku aparat, sebut “barcode jenderal” dan catut Kapolda. Propam turun tangan usut kasus ini./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

Viral! Pelanggan Ngaku Aparat Polisi Aniaya 3 Petugas SPBU di Cipinang, Propam Turun Tangan

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co – kasus dugaan penganiayaan terhadap tiga petugas stasiun pengisian bahan bakar umum () pertamina di cipinang, jakarta timur, kini menjadi sorotan publik. 

peristiwa yang terjadi pada akhir pekan lalu itu diduga dilakukan oleh seorang pelanggan yang mengaku kepolisian, bahkan sempat mencatut nama kapolda dan menyebut dirinya membawa mobil seorang jenderal.

kronologi kejadian di spbu cipinang

menurut keterangan staf spbu, mukhlisin, insiden bermula pada minggu (22/2/2026) malam sekitar pukul 22.00 wib. 

saat itu, seorang pelanggan datang untuk mengisi bahan bakar jenis pertalite. 

namun, barcode yang ditunjukkan tidak sesuai dengan kendaraan yang dibawa. 

sesuai prosedur operasional standar (sop), petugas menyarankan agar pelanggan mengisi pertamax.

alih-alih mengikuti aturan, pelanggan justru marah dan membentak petugas. 

“dia bilang mobilnya jenderal, bahkan sempat menyebut-nyebut kapolda,” ujar mukhlisin. bentakan tersebut disertai dugaan tindak penganiayaan terhadap tiga karyawan spbu.

pengakuan korban dan ketakutan petugas

salah satu korban, lukman hakim (19), mengaku sempat ketakutan karena pelaku berulang kali menyebut dirinya aparat dan membawa “barcode jenderal”. 

“dia berkali-kali bilang ini barcode jenderal, kamu tidak tahu ini barcode jenderal,” ungkap lukman.

ketakutan semakin bertambah karena pelaku diduga mengambil tas milik petugas. 

lukman dan rekan-rekannya memilih tidak melawan karena khawatir pelaku benar aparat dan membawa senjata api. 

“kami takut kalau dilawan malah jadi masalah lebih besar. makanya kami pilih lapor saja ke polisi,” jelasnya.

laporan ke polisi dan tindakan propam

pemilik spbu, ernesta, menegaskan pihaknya langsung melaporkan insiden tersebut ke polsek pulogadung. 

tak lama setelah laporan dibuat, divisi profesi dan pengamanan (propam) polda metro jaya mendatangi lokasi untuk meminta keterangan dari pihak spbu.

“kami sudah laporkan juga ke polsek pulogadung seberang spbu. pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum,” kata ernesta. ia berharap kasus ini diusut secara profesional dan transparan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

harapan transparansi dan penegakan hukum

kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum aparat. 

publik berharap kepolisian dapat menindaklanjuti laporan dengan serius, mengusut identitas pelaku, serta memberikan kepastian hukum bagi para korban.

kehadiran propam polda metro jaya di lokasi menjadi sinyal bahwa institusi kepolisian tidak menutup mata terhadap dugaan pelanggaran etik maupun tindak pidana yang dilakukan oleh oknum. 

transparansi dan profesionalisme dalam penanganan kasus ini akan menjadi ujian penting bagi kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Tag
Share