bacakoran.co

Syok! Segini Perkiraan Uang Beasiswa LPDP yang Harus Dikembalikan Dwi Sasetyaningtyas, Sentuh Angka Rp3,6 M

Segini Perkiraan Uang LPDP yang Harus Dikembalikan Suami Dwi Sasetyaningtyas --DetikNews

Awal Mula Video Viral  

Video Tias yang memperlihatkan kebahagiaan atas kewarganegaraan Inggris anaknya memicu perdebatan luas.

BACA JUGA:Kesepakatan Dagang Prabowo–Trump: Produk AS Dibebaskan dari Sertifikasi Halal, MUI Tekankan Regulasi

BACA JUGA:Trump Meledak! Mahkamah Agung Disebut Memalukan Gara-Gara Tarif Impor

Ia menyebut telah menunggu proses selama empat bulan dan berharap anak-anaknya memiliki “paspor kuat.”

Publik kemudian menelusuri riwayat pendidikan pasangan tersebut dan mempertanyakan komitmen pengabdian mereka.  

Tias sudah menyampaikan permintaan maaf, mengakui ucapannya lahir dari rasa kecewa terhadap kondisi di Indonesia, namun menyadari pernyataan itu melukai banyak pihak.  

Kasus Lain yang Jadi Sorotan  

Di tengah polemik LPDP, sejumlah peristiwa lain juga mencuat:  

BACA JUGA:Baru Sepekan Menjabat, AKBP Catur Diganti! Kapolres Bima Kota Kini Dipimpin AKBP Hariyanto, Kenapa?

BACA JUGA:Kasus Jemaah Umrah Sakit di Muscat, Kemenhaj Tegaskan Perlindungan Total!

- Di Tual, Maluku, seorang pelajar 14 tahun meninggal diduga akibat penganiayaan oknum Brimob.  

- Di Sukabumi, Jawa Barat, remaja 12 tahun tewas diduga dianiaya ibu tiri.  

- Di Papua Pegunungan, Satgas Damai Cartenz menangkap dua buronan KKB di Yahukimo.  

Berbagai kasus ini menunjukkan dinamika hukum dan sosial yang tengah berlangsung.

Syok! Segini Perkiraan Uang Beasiswa LPDP yang Harus Dikembalikan Dwi Sasetyaningtyas, Sentuh Angka Rp3,6 M

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - setelah viral dengan steatment yang bikin heboh, arya iwantoro jadi sortan dan diketahui menempuh pendidikan s2 di utrecht, belanda (2014–2016) dan s3 di utrecht, belanda (2017–2022).

dilansir bacakoran.co dari , jika dihitung dari berbagai komponen pembiayaan, mulai dari biaya kuliah, tunjangan hidup, asuransi kesehatan, dana riset, tiket pesawat, hingga dana kedatangan, total estimasi beasiswa yang diterima mencapai sekitar 182.585 euro atau setara rp3,6 miliar (dengan kurs rp19.815,20 per 1 euro).

tapi nominal angka pembiayaan selama perkuliahan melalui beasiswa lpdp ini belum termasuk bunga yang masih dalam proses perhitungan oleh pihak terkait.

kemudian, pihak lpdp menyampaikan bahwa pembiayaan tidak sepenuhnya diberikan hingga akhir masa studi s3 karena masa studi yang ditempuh melewati batas waktu sesuai kontrak.

sebelumnya menteri keuangan purbaya yudhi sadewa ungkap telah menyesalkan perilaku dari penerima beasiswa lembaga pengelolaan dana pendidikan (lpdp) dwi sasetningtyas yang memposting status warga negara anaknya dan memberikan pernyataan kontroversial di tengah masyarakat.

tidak hanya itu, purbaya juga sangat menyayangkan suami dwi sasetningtyas, arya iwantoro yang belum menyelesaikan pengabdiannya sebagai syarat lpdp.

"jadi kami akan menegakkan aturan lpdp sehingga bersangkutan menyelesaikan kewajiban," kata purbaya dalam konferensi pers apbn kita, dilansir bacakoran.co dari , senin (23/2/2026).

namun disisi lain, ia sudah berbicara kepada arya iwantoro dan menurut purbaya, arya iwantoro sudah setuju untuk mengembalikan uang beasiswa lpdp termasuk bunganya.

"jadi bosnya lpdp sudah bicara dengan suami terkait dan sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai lpdp termasuk bunganya," papar purbaya.

pelajaran besar dalam kasus ini, purbaya mengingatkan untuk masyarakat yang menerima beasiswa lpdp agar tidak seenaknya dan tidak menghina negara.

dikarenakan uang lpdp yang diberikan adalah uang dari pajak dan utang negara.

"saya harap ke depan teman-teman yang mendapat pinjaman lpdp ya gak seenak-enak, tapi jangan ngehina-ngehina negara itu uang dari pajak dan utang untuk memastikan sdm kita tumbuh," ujar purbaya.

purbaya pun akan memeriksa seluruh penyaluran beasiswa lpdp.

"saya akan periksa seluruh pemerintahan, nanti kita lihat seperti apa, jadi jangan menghina negara anda sendiri," ujarnya.

purbaya mengungkapkan dirinya sekolah di luar negeri dengan uang sendiri tapi setelah mendapat gelar doktor, dirinya tetap pulang.

"gak patriotis gak apa-apa. tapi jangan menghina negara. saya ingatkan kepada penerima lpdp," paparnya.

sebelumnya lembaga pengelola dana pendidikan (lpdp) akhirnya menanggapi kontroversi viral seorang alumni yang memamerkan paspor asing anaknya di media sosial.

lpdp menyayangkan kegaduhan yang timbul dan menegaskan sikap resminya atas kasus tersebut.  

pernyataan ini muncul setelah video dwi saseti ning tias viral karena menunjukkan paspor inggris milik anaknya.

dalam rekaman, ia tampak haru membuka surat dari home office inggris dan menyebut dokumen itu sebagai “paket bukan sembarang paket” yang akan mengubah masa depan sang anak.

kontroversi makin panas setelah ia berkata, “cukup aku saja yang wni, anak-anakku jangan,” yang memicu kritik luas mengingat ia dan suaminya merupakan penerima beasiswa lpdp dari dana publik.  

sikap resmi lpdp  

melalui akun resmi, lpdp menegaskan:  

- pernyataan tias tidak mencerminkan integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada penerima beasiswa.  

- sesuai aturan, penerima beasiswa wajib mengabdi di indonesia minimal lima tahun setelah lulus. tias disebut sudah menuntaskan kewajiban tersebut, sehingga secara administratif lpdp tak lagi terikat dengannya.  

- meski begitu, lpdp tetap mengingatkan pentingnya kebijaksanaan bermedia sosial serta tanggung jawab kebangsaan sebagai alumni program strategis negara.  

sorotan ke suami alumni  

perhatian publik kini beralih ke suaminya, arya iwantoro, yang juga alumnus lpdp.

berdasarkan keterangan resmi, ada dugaan arya belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya.

lpdp menyatakan akan memanggil arya untuk klarifikasi dan siap menindak jika terbukti lalai, termasuk kemungkinan pengembalian dana beasiswa.  

awal mula video viral  

video tias yang memperlihatkan kebahagiaan atas kewarganegaraan inggris anaknya memicu perdebatan luas.

ia menyebut telah menunggu proses selama empat bulan dan berharap anak-anaknya memiliki “paspor kuat.”

publik kemudian menelusuri riwayat pendidikan pasangan tersebut dan mempertanyakan komitmen pengabdian mereka.  

tias sudah menyampaikan permintaan maaf, mengakui ucapannya lahir dari rasa kecewa terhadap kondisi di indonesia, namun menyadari pernyataan itu melukai banyak pihak.  

kasus lain yang jadi sorotan  

di tengah polemik lpdp, sejumlah peristiwa lain juga mencuat:  

- di tual, maluku, seorang pelajar 14 tahun meninggal diduga akibat penganiayaan oknum brimob.  

- di sukabumi, jawa barat, remaja 12 tahun tewas diduga dianiaya ibu tiri.  

- di papua pegunungan, satgas damai cartenz menangkap dua buronan kkb di yahukimo.  

berbagai kasus ini menunjukkan dinamika hukum dan sosial yang tengah berlangsung.

namun polemik lpdp tetap menjadi sorotan utama karena menyangkut moral, nasionalisme, dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan negara.  

Tag
Share