bacakoran.co - komisi pemberantasan korupsi (kpk) resmi menahan kepala seksi intelijen cukai p2 direktorat jenderal bea dan cukai (djbc), budiman bayu prasojo (bbp), sebagai tersangka baru kasus suap importasi barang.
penahanan dilakukan selama 20 hari pertama, mulai 27 februari hingga 18 maret 2026, di rutan kpk gedung merah putih, jakarta selatan.
deputi penindakan dan eksekusi kpk, asep guntur rahayu, menjelaskan bahwa peran budiman berkaitan dengan uang rp5 miliar yang ditemukan di safe house ciputat, tangerang selatan.
uang tersebut diduga berasal dari pengusaha dan importir, lalu dikelola oleh pegawai djbc atas arahan budiman.
dana itu awalnya disimpan di jakarta pusat sebelum dipindahkan ke ciputat pada februari 2026.
penyidik kpk kemudian menggeledah dua lokasi safe house dan menemukan lebih dari rp5,19 miliar dalam berbagai mata uang, tersimpan dalam lima koper.
dana tersebut diduga digunakan sebagai biaya operasional terkait pengaturan jalur masuk barang impor.
atas perbuatannya, budiman disangkakan melanggar pasal 12b uu pemberantasan korupsi juncto pasal 20 huruf c uu no. 1 tahun 2023 tentang kuhp.
ia ditangkap pada 26 februari 2026 sekitar pukul 16.00 wib.
kasus ini menambah daftar panjang praktik suap di djbc. sebelumnya, kpk mengungkap bahwa barang ilegal dan palsu bisa masuk ke indonesia akibat kesepakatan antara pejabat bea cukai dan pihak swasta.
pada oktober 2025, sejumlah pejabat djbc diduga bersekongkol dengan pemilik pt blueray, john field, serta jajaran manajemennya untuk mengatur jalur importasi barang.
dalam aturan kementerian keuangan, jalur hijau memungkinkan barang keluar tanpa pemeriksaan fisik, sedangkan jalur merah mewajibkan pemeriksaan.
namun, penyidik menemukan adanya manipulasi parameter jalur merah hingga 70%, yang mempermudah masuknya barang tanpa prosedur sesuai aturan.
kpk sebelumnya telah menetapkan enam tersangka lain, termasuk rizal (direktur p2 djbc), sisprian subiaksono (kasubdit intel p2 djbc), orlando (kasi intel djbc), serta tiga pihak swasta dari pt blueray.
penetapan budiman sebagai tersangka baru menunjukkan bahwa kasus ini semakin melebar dan melibatkan lebih banyak pejabat bea cukai.