Timur Tengah Memanas! Bagaimana Nasib 58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia?
Pemerintah memastikan seluruh jemaah tersebut dalam kondisi terpantau melalui koordinasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi serta otoritas setempat.--Bareksa.com
BACAKORAN.CO - Kondisi Timur Tengah yang dilanda konflik saat ini memang berdampak langsung pada penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia.
Jadwal keberangkatan maupun kepulangan mengalami penyesuaian, baik untuk jemaah yang sudah berada di Arab Saudi maupun mereka yang masih menunggu giliran berangkat dari Tanah Air.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa seluruh jemaah tetap dalam pengawasan intensif, sehingga aspek keselamatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama.
Berdasarkan laporan resmi melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
BACA JUGA:Iran Berduka, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Tewas, IRGC Janji Balas Dendam!
BACA JUGA:Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS dan Israel, Dunia Masuk Fase Baru Konflik Timur Tengah
Pemerintah memastikan seluruh jemaah tersebut dalam kondisi terpantau melalui koordinasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi serta otoritas setempat.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo di Jakarta, Sabtu 28 Februari 2026.
Ia juga meminta agar seluruh PPIU senantiasa menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh guna memastikan setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
BACA JUGA:Amerika dan Israel Mulai Serang Iran Besar-besaran, Kini Teheran Dibombardir
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah dan memastikan setiap penyesuaian kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.