bacakoran.co

Profil Mojtaba Khamenei: Pemimpin Tertinggi Baru Iran yang Jadi Musuh Utama AS!

Mojtaba juga dikenal sebagai penentang kelompok reformis yang berupaya membuka hubungan dengan Barat, terutama dalam isu program nuklir. --CNBC Indonesia

BACAKORAN.CO - Iran memasuki fase politik baru setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah serangan udara yang mengguncang kawasan Timur Tengah.

Peristiwa tersebut tidak hanya memicu eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, tetapi juga membuka babak baru dalam kepemimpinan Republik Islam.

Majelis Ahli Iran akhirnya menetapkan Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin, sebagai pemimpin tertinggi baru.  

Keputusan ini dianggap sebagai bukti bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali dalam struktur kekuasaan Iran.

BACA JUGA:Aksi Heroik Marbot Masjid Mukhlisin Prabumulih, Tangkap Pencuri Kotak Infaq, Terseret Motor Hingga Luka-luka

BACA JUGA:Heboh! Detik-Detik Pegawai Syok Lihat Pria Diduga Lompat dari Lantai 3 di PIM 2, Begini Kronologinya...

Media setempat melaporkan bahwa penunjukan Mojtaba dilakukan lebih dari sepekan setelah wafatnya sang ayah.

Ayatollah Mohsen Heidari Alekasir menegaskan bahwa pemilihan dilakukan sesuai arahan Ali Khamenei sebelum meninggal.

Ia menyatakan, "Kandidat dipilih berdasarkan arahan Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya 'dibenci oleh musuh'," sebuah pesan yang menegaskan arah politik Iran tetap konfrontatif terhadap Barat.  

Dalam pernyataannya, Heidari Alekasir juga menyinggung komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menolak kemungkinan Mojtaba menjadi pemimpin Iran.

BACA JUGA:Israel Gempur Kilang Minyak Teheran, Api Mengguncang Iran

BACA JUGA:Gegara Cekcok saat Apel Pagi, Oknum Sekuriti di Touna Tikam Rekan Kerja hingga Tewas

"Bahkan Setan Besar [Amerika Serikat] pun telah menyebut namanya," ujarnya, merujuk pada pernyataan Trump yang menyebut Mojtaba sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima.”  

Selama bertahun-tahun, Mojtaba dikenal sebagai sosok berpengaruh di balik layar pemerintahan ayahnya.

Profil Mojtaba Khamenei: Pemimpin Tertinggi Baru Iran yang Jadi Musuh Utama AS!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - iran memasuki fase politik baru setelah kematian ayatollah ali khamenei dalam sebuah serangan udara yang mengguncang kawasan timur tengah.

peristiwa tersebut tidak hanya memicu eskalasi konflik dengan amerika serikat dan israel, tetapi juga membuka babak baru dalam kepemimpinan republik islam.

majelis ahli iran akhirnya menetapkan mojtaba khamenei, putra mendiang pemimpin, sebagai pemimpin tertinggi baru.  

keputusan ini dianggap sebagai bukti bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali dalam struktur kekuasaan iran.

media setempat melaporkan bahwa penunjukan mojtaba dilakukan lebih dari sepekan setelah wafatnya sang ayah.

ayatollah mohsen heidari alekasir menegaskan bahwa pemilihan dilakukan sesuai arahan ali khamenei sebelum meninggal.

ia menyatakan, "kandidat dipilih berdasarkan arahan khamenei bahwa pemimpin tertinggi iran seharusnya 'dibenci oleh musuh'," sebuah pesan yang menegaskan arah politik iran tetap konfrontatif terhadap barat.  

dalam pernyataannya, heidari alekasir juga menyinggung komentar presiden amerika serikat donald trump yang menolak kemungkinan mojtaba menjadi pemimpin iran.

"bahkan setan besar [amerika serikat] pun telah menyebut namanya," ujarnya, merujuk pada pernyataan trump yang menyebut mojtaba sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima.”  

selama bertahun-tahun, mojtaba dikenal sebagai sosok berpengaruh di balik layar pemerintahan ayahnya.

ia memperkuat posisinya melalui kedekatan dengan aparat keamanan, khususnya korps garda revolusi islam (irgc), serta jaringan bisnis besar yang berada di bawah pengaruh mereka.

mojtaba juga dikenal sebagai penentang kelompok reformis yang berupaya membuka hubungan dengan barat, terutama dalam isu program nuklir.  

meski tidak pernah memegang jabatan resmi, mojtaba berperan sebagai “penjaga gerbang” ayahnya.

dukungan kuat dari irgc, terutama generasi muda yang lebih radikal, membuatnya menjadi kandidat yang sulit ditandingi.

namun, kritik terhadap politik dinasti tetap muncul, mengingat iran pernah menggulingkan monarki pada 1979.  

mojtaba lahir pada 1969 di mashhad, kota suci syiah. ia tumbuh dalam lingkungan politik yang penuh gejolak, sempat terlibat dalam perang iran-irak, dan menempuh pendidikan agama di qom.

gelar keagamaan yang dimilikinya adalah hojjatoleslam, satu tingkat di bawah ayatollah.

hal ini memicu perdebatan mengenai kredensial keagamaannya untuk menduduki posisi tertinggi.  

selain itu, mojtaba pernah dijatuhi sanksi oleh amerika serikat pada 2019 karena dianggap mewakili kepentingan ayahnya dalam kapasitas resmi.

washington menuduhnya bekerja sama dengan pasukan quds irgc dan milisi basij untuk memperkuat agenda regional iran.

namanya juga kerap muncul dalam kontroversi, termasuk saat gelombang protes besar pada 2022 setelah kematian mahsa amini.  

kini, dengan posisinya sebagai pemimpin tertinggi, mojtaba menghadapi tantangan besar.

di satu sisi, ia memiliki dukungan kuat dari aparat keamanan dan kelompok garis keras.

namun di sisi lain, masyarakat iran semakin vokal menuntut kebebasan yang lebih luas.

bagaimana ia menavigasi tekanan internal dan eksternal akan sangat menentukan arah masa depan iran, baik dalam kebijakan domestik maupun hubungan internasional.  

Tag
Share