Rachel/Febi Terhenti di 32 Besar Swiss Open 2026, 2 Pasangan Ini Gacor!
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari sukses taklukkan wakil Jepang, Hinata Suzuki/Nao Yamakita 21-16, 21-10.-PBSI-
BACAKORAN.CO - Langkah ganda Putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum di Swiss Open 2026 terhenti. Mereka tidak bisa lanjut usai menelan kekalahan di babak 32 besar.
Rachel/Febi kalah dari pasangan China, Bao Li Jing/Luo Xu Min dengan kedudukan 9-21, 19-21.
Usai pertandingan, Rachel Allessya Rose mengakui keunggulan lawan. Mereka mampu bermain lebih baik.
"Mereka bermain lebih baik dari kami. Kami tidak oke mainnya. Jadi banyak buat kesempatan yang harusnya poin malah jadi lepas," jelas Rachel.
BACA JUGA:Ganda Putra Sisakan Leo/Bagas di Swiss Open 2026
Menurut Rachel tidak maksimalnya permainan di laga pembuka ini karena kurangnya adaptasi dengan kondisi di lapangan. Terutama terkait faktor angin.
"Kami juga tidak bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan dengan cepat. Agak berbeda karena tidak ada angin di sini. Pastinya kami tidak senang, kami akan berusaha lebih baik pekan depan di Orleans Masters," terangnya.

Pasangan ganda Putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum di Swiss Open 2026 terhenti di babak 32 besar.-PBSI-
Ditambahkan Febi Setianingrum, kekalahan ini terjadi karena kurang siapnya dalam melakukan perubahan permainan. Terutama saat menyerang ke bertahan.
"Kami tidak dapat mempertahankan keunggulan di game kedua karena lawan setelah interval bermain lebih menyerang dan pertahanan kami tidak terlalu siap. Sangat disayangkan," ucapnya.
Beruntung tereliminasinya Rachel/Febi tidak sampai menular ke dua pasangan ganda putri lainnya. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Ramadhanti tampil gacor di babak 32 besar.
BACA JUGA:Fokus Swiss Open 2026, Putri KW Berjuang Sendiri di Tunggal Putri
Di babak 32 besar, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari sukses taklukkan wakil Jepang, Hinata Suzuki/Nao Yamakita 21-16, 21-10.
Febriana Dwipuji Kusuma mengatakan bahwa kemenangan sukses diamankan usai melakukan perubahan dalam bermain. Perubahan dilakukan setelah membaca permainan di 11 poin pertama.
