bacakoran.co

Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi, Ahmad Khozinudin Angkat Suara: Mereka Orang Berkhianat ke Rakyat

Rismon Sianipar akui ijazah Jokowi asli dan minta maaf, tapi pengkritik menuding langkah damai sebagai pengkhianatan perjuangan./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Polemik seputar tudingan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali mencuri perhatian publik. 

Kali ini, peneliti digital forensik Rismon Sianipar resmi menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Jokowi di kediamannya, Solo, Kamis (12/3/2026). 

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah asli, setelah sebelumnya Rismon sempat menyebut adanya kejanggalan.

Rismon Sianipar Akui Keaslian Ijazah Jokowi

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Rismon bersama pengacaranya Jahmada Girsang menyampaikan permohonan maaf. 

BACA JUGA:Sempat Yakini Ijazah Palsu, Kini Rismon Sianipar Temui Jokowi ke Solo dan Minta Maaf!

BACA JUGA:Dituding Edit Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Tanggapi dan Tepis Dugaan Tersebut!

Ia menegaskan hasil penelitian terbaru menunjukkan ijazah Jokowi memiliki watermark dan emboss yang konsisten dengan dokumen resmi.

“Bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah Pak Jokowi baik yang diupload Dian Sandi Utama maupun yang di gelar perkara khusus,” ujar Rismon. 

Ia menambahkan, Jokowi menerima mereka dengan ramah, bahkan sempat bercanda di tengah suasana menjelang Ramadan.

Jahmada Girsang turut membawa oleh-oleh berupa makanan dan kain ulos khas Batak sebagai simbol perdamaian. 

Menurutnya, pertemuan itu menjadi langkah penting untuk menyelesaikan perkara secara damai.

Permohonan Restorative Justice di Polda Metro Jaya

Tak hanya meminta maaf, Rismon juga mengajukan permohonan Restorative Justice (RJ) di Polda Metro Jaya. 

Langkah ini dianggap sebagai upaya menutup polemik panjang yang sempat memanas di ruang publik.

Namun, keputusan Rismon tersebut menuai reaksi keras dari sejumlah pihak yang selama ini vokal mengkritik isu ijazah Jokowi. 

Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi, Ahmad Khozinudin Angkat Suara: Mereka Orang Berkhianat ke Rakyat

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co – polemik seputar tudingan presiden ke-7 ri, joko widodo, kembali mencuri perhatian publik. 

kali ini, peneliti digital forensik rismon sianipar resmi menyampaikan permintaan maaf langsung kepada di kediamannya, solo, kamis (12/3/2026). 

langkah ini sekaligus menegaskan bahwa ijazah jokowi adalah asli, setelah sebelumnya rismon sempat menyebut adanya kejanggalan.

rismon sianipar akui keaslian ijazah jokowi

dalam pertemuan yang berlangsung hangat, rismon bersama pengacaranya jahmada girsang menyampaikan permohonan maaf. 

ia menegaskan hasil penelitian terbaru menunjukkan ijazah jokowi memiliki watermark dan emboss yang konsisten dengan dokumen resmi.

“bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah pak jokowi baik yang diupload dian sandi utama maupun yang di gelar perkara khusus,” ujar rismon. 

ia menambahkan, jokowi menerima mereka dengan ramah, bahkan sempat bercanda di tengah suasana menjelang ramadan.

jahmada girsang turut membawa oleh-oleh berupa makanan dan kain ulos khas batak sebagai simbol perdamaian. 

menurutnya, pertemuan itu menjadi langkah penting untuk menyelesaikan perkara secara damai.

permohonan restorative justice di polda metro jaya

tak hanya meminta maaf, rismon juga mengajukan permohonan restorative justice (rj) di polda metro jaya. 

langkah ini dianggap sebagai upaya menutup polemik panjang yang sempat memanas di ruang publik.

namun, keputusan rismon tersebut menuai reaksi keras dari sejumlah pihak yang selama ini vokal mengkritik isu ijazah jokowi. 

salah satunya datang dari ahmad khozinudin, yang menilai langkah perdamaian justru mengaburkan substansi perjuangan.

kritik tajam dari kelompok pengkritik

ahmad menyinggung bahwa perjuangan mereka bukan sekadar melawan figur, melainkan berbasis nilai. 

“perjuangan melawan kepalsuan, kebohongan dan kezaliman jokowi adalah perjuangan berbasis nilai, bukan berbasis personal,” tegasnya.

ia bahkan menyebut pihak yang memilih berdamai akan dicatat sejarah sebagai pengkhianat. 

“label pengkhianat, akan abadi menjadi atribut diri dan dicatat sejarah sebagai legacy,” tambahnya.

pernyataan ini memperlihatkan adanya perbedaan tajam antara kubu yang ingin menyelesaikan polemik secara damai dengan kelompok yang tetap ingin melanjutkan kritik keras terhadap jokowi.

kasus ijazah jokowi kini bukan sekadar soal dokumen, melainkan simbol pertarungan narasi di ruang publik. 

di satu sisi, langkah rismon meminta maaf dan mengajukan rj bisa menjadi jalan keluar damai. 

di sisi lain, kelompok pengkritik menilai perdamaian justru melemahkan perjuangan yang mereka klaim berbasis nilai.

dengan dinamika ini, publik kembali disuguhi perdebatan sengit yang mencerminkan betapa isu ijazah jokowi telah berkembang menjadi polemik politik dan sosial yang lebih luas.

Tag
Share