Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi, Ahmad Khozinudin Angkat Suara: Mereka Orang Berkhianat ke Rakyat
Rismon Sianipar akui ijazah Jokowi asli dan minta maaf, tapi pengkritik menuding langkah damai sebagai pengkhianatan perjuangan./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo
Salah satunya datang dari Ahmad Khozinudin, yang menilai langkah perdamaian justru mengaburkan substansi perjuangan.
Kritik Tajam dari Kelompok Pengkritik
BACA JUGA:Rupiah Jatuh ke Titik Terendah Sejak Krismon 1998! Bagaimana Nasibnya Hari Ini? Begini Prediksinya!
BACA JUGA:Sempat Yakini Ijazah Palsu, Kini Rismon Sianipar Temui Jokowi ke Solo dan Minta Maaf!
Ahmad menyinggung bahwa perjuangan mereka bukan sekadar melawan figur, melainkan berbasis nilai.
“Perjuangan melawan kepalsuan, kebohongan dan kezaliman Jokowi adalah perjuangan berbasis nilai, bukan berbasis personal,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut pihak yang memilih berdamai akan dicatat sejarah sebagai pengkhianat.
“Label pengkhianat, akan abadi menjadi atribut diri dan dicatat sejarah sebagai legacy,” tambahnya.
Pernyataan ini memperlihatkan adanya perbedaan tajam antara kubu yang ingin menyelesaikan polemik secara damai dengan kelompok yang tetap ingin melanjutkan kritik keras terhadap Jokowi.
Kasus ijazah Jokowi kini bukan sekadar soal dokumen, melainkan simbol pertarungan narasi di ruang publik.
Di satu sisi, langkah Rismon meminta maaf dan mengajukan RJ bisa menjadi jalan keluar damai.
Di sisi lain, kelompok pengkritik menilai perdamaian justru melemahkan perjuangan yang mereka klaim berbasis nilai.
Dengan dinamika ini, publik kembali disuguhi perdebatan sengit yang mencerminkan betapa isu ijazah Jokowi telah berkembang menjadi polemik politik dan sosial yang lebih luas.