Bus yang Mengangkut 'Urang Awak,, Masuk Jurang di Lahat, 1 Penumpang Tewas
Bus PO Anugrah terguling di Jalan Lintas Desa Tanjung Periuk, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. (foto : ist)--
BACAKORAN.CO -– Sebuah bus penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan nomor polisi BA 7025 WBU, tujuan Jakarta - Padang, Senin dinihari 16 Maret 2026 sekira pukul 02.30 WIB mengalami kecelakaan lalulintas, terbalik masuk jurang.
Bus milik Perusahaan Otobus (PO) Anugrah yang rata-rata penumpangnya adalah 'urang awak' itu terperosok ke dalam jurang Jalan Lintas Desa Tanjung Periuk, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Akibat kejadian itu, bus mengalami rusak berat dan satu penumpang dikabarkan tewas. Korban tewas diketahui bernama Ceri Siswandi Wijaya (13) warga Sumur Batu, Jakarta Pusat.
Keterangan yang dihimpun, kecelakaan yang terjadi di lokasi yang dikenal memiliki tikungan tajam itu diduga terjadi akibat sopir bus mengantuk. Sementara kondisi jalan yang cukup gelap itu dalam keadaan licin akibat diguyur hujan.
BACA JUGA:Viral Puskesmas di Bengkulu Kosong saat Warga Bawa Pasien Lakalantas, Ini Pembelaan Pihak Puskesmas
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Jalur Puncak Bogor: Motor Tabrak Truk Mogok, 2 Orang Tewas di Tempat
Saat kejadian, bus dikemudikan oleh Futhlal Khair (28), warga Kembang Utara No. 102, Kota Jakarta. Bus melaju dari Jakarta tujuan Padang mengangkut 36 penumpang. Kini sopir sudah diamankan pihak kepolisian.
Peristiwa kecelakaan lalulintas disaat memasuki arus mudik lebaran itu langsung mendapat perhatian Satuan lalulintas Polres Lahat. Petugas langsung membantu evakuasi korban ke rumah sakit terdekat dibantun sejumlah warga yang melintas.
Hanya saja petugas terkendala saat hendak mengevakuasi bus yang terperosok ke dalam jurang.
Tak hanya itu lokasi kejadian yang berada di kawasan perbukitan dengan jalan menurun dan banyak tikungan membuat petugas ekstra hati-hati.
BACA JUGA:Komisi III DPR Desak Polri Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Sebab jika salah perhitungan, bus yang hendak di evakuasi bukanya berhasil diangkat, namun dikhawatirkan malah terhempas ke jurang yang lebih dalam. Evakuasi baru berhasil dilakukan siang hari saat suasana mulai terang.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan laporan cepat dari masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan kejadian tersebut.
“Laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 sangat membantu kami merespons kejadian ini dengan cepat. Begitu laporan masuk, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi,”katanya.
Penyebab pasti kecelakaan kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Untuk penumpang yang selamat telah dievakuasi menggunakan kendaraan lain untuk melanjutkan perjalan.