Diplomat RI Temui Otoritas Iran Usai 2 Kapal Pertamina Tertahan di Hormuz!
Diplomat RI Temui Otoritas Iran Usai 2 Kapal Pertamina Tertahan di Hormuz--KOMPAS.com
BACAKORAN.CO - Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia tengah melakukan upaya diplomasi intensif demi memastikan keselamatan dua kapal tanker milik Pertamina, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang masih tertahan di kawasan rawan konflik Selat Hormuz.
Jalur perairan ini dikenal sebagai salah satu titik paling strategis dalam perdagangan minyak dunia, namun kini menjadi arena ketegangan akibat peperangan antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI di Teheran, telah melakukan pertemuan dengan otoritas terkait di Iran dan terus berkoordinasi erat dengan pihak setempat guna memperoleh informasi terkini mengenai situasi di Selat Hormuz, serta untuk memastikan keselamatan kapal berbendera Indonesia,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, dilansir Bacakoran.co dari Kompas.com, Selasa (17/3).
Sebelum melakukan komunikasi dengan otoritas Iran, Kemlu RI terlebih dahulu menjalin koordinasi dengan Pertamina International Shipping (PIS) selaku pemilik kapal.
BACA JUGA:Anak Aniaya Ibu Kandung di Sambas hingga Babak Belur, Kini Pelaku Diamankan Polisi
BACA JUGA:Viral Video Pungli Oknum SPSI Minta THR ke Pedagang Bikin Netizen Geram, Kini Berakhir Minta Maaf
Hal ini dilakukan agar setiap langkah diplomasi tetap sejalan dengan kepentingan perusahaan dan keselamatan kru kapal.
“Kementerian Luar Negeri terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan PIS untuk memantau perkembangan situasi secara saksama," kata Vahd.
Awalnya terdapat empat kapal PIS yang tertahan di Selat Hormuz, yakni PIS Paragon, PIS Rinjani, Gamsunoro, dan Pertamina Pride.
Namun, dua kapal pertama berhasil keluar lebih dahulu dari kawasan konflik.
BACA JUGA:Diselundupkan ke Rusia: Mojtaba Khamenei Jalani Operasi Rahasia di Istana Putin!
BACA JUGA:6.812 Personel Gabungan Jaga 133 Masjid dan Obyek Vital selama Hari Raya Idulfitri
“Dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” kata Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Kini, perhatian utama tertuju pada dua kapal yang masih belum bisa melanjutkan pelayaran: Gamsunoro dan Pertamina Pride.