bacakoran.co

Anak Aniaya Ibu Kandung di Sambas hingga Babak Belur, Kini Pelaku Diamankan Polisi

Video anak aniaya ibu di Sambas viral, korban luka parah. Polisi selidiki kasus, warga heboh dan netizen banjiri komentar prihatin./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone

SAMBAS, BACAKORAN.CO – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Desa Lela, Dusun Senangi, RT 03 RW 01, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas pada Senin (16/3/2026). 

Seorang anak bernama Repan diduga melakukan penganiayaan terhadap ibunya sendiri hingga menimbulkan luka serius. 

Kasus ini sontak menghebohkan warga sekitar dan viral di media sosial setelah rekaman video kejadian beredar luas.

Kronologi Kejadian

Dalam video yang beredar, terlihat sang anak berulang kali menampar dan menendang kepala sang ibu kandung. 

BACA JUGA:Cemburu Berujung Maut, Pria di Batam Aniaya Kekasih Sesama Jenis hingga Tewas

BACA JUGA:Latihan Silat Siswa SMP Diduga Dianiaya, Penuh Luka Memar, Sempat Dirawat Akhirnya Meninggal

Korban hanya bisa merintih kesakitan tanpa mampu melawan. 

Akibat penganiayaan tersebut, sang ibu mengalami luka di bagian hidung, wajah bengkak, serta memar di area mata. 

Kondisi korban yang cukup parah membuatnya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Latar Belakang Pelaku

Informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa pelaku, Repan, baru saja keluar dari Rumah Sakit Jiwa. 

Hal ini menimbulkan dugaan bahwa kondisi kesehatan mentalnya berperan besar dalam insiden tersebut. 

Usai diamankan oleh pihak kepolisian, Repan kembali dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Harapannya, dengan perawatan intensif, kondisi pelaku dapat segera membaik sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Tindakan Kepolisian

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo memastikan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Teluk Keramat. 

Anak Aniaya Ibu Kandung di Sambas hingga Babak Belur, Kini Pelaku Diamankan Polisi

Rida Satriani

Rida Satriani


sambas, bacakoran.co – sebuah peristiwa memilukan terjadi di desa lela, dusun senangi, rt 03 rw 01, kecamatan teluk keramat, kabupaten sambas pada senin (16/3/2026). 

seorang anak bernama repan diduga melakukan terhadap ibunya sendiri hingga menimbulkan luka serius. 

kasus ini sontak menghebohkan warga sekitar dan viral di media sosial setelah rekaman video kejadian beredar luas.

kronologi kejadian

dalam video yang beredar, terlihat sang anak berulang kali menampar dan menendang kepala sang  

korban hanya bisa merintih kesakitan tanpa mampu melawan. 

akibat penganiayaan tersebut, sang ibu mengalami luka di bagian hidung, wajah bengkak, serta memar di area mata. 

kondisi korban yang cukup parah membuatnya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

latar belakang pelaku

informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa pelaku, repan, baru saja keluar dari rumah sakit jiwa. 

hal ini menimbulkan dugaan bahwa kondisi kesehatan mentalnya berperan besar dalam insiden tersebut. 

usai diamankan oleh pihak kepolisian, repan kembali dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

harapannya, dengan perawatan intensif, kondisi pelaku dapat segera membaik sehingga kejadian serupa tidak terulang.

tindakan kepolisian

kapolres sambas akbp wahyu jati wibowo memastikan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh unit reskrim polsek teluk keramat. 

polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. 

“saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut. nanti kita informasikan lagi perkembangan selanjutnya,” ujarnya.

viral di media sosial

peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah video penganiayaan tersebut viral di berbagai platform media sosial. 

banyak warganet yang mengecam tindakan pelaku sekaligus mengungkapkan rasa iba terhadap korban. 

di sisi lain, sejumlah komentar juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

empati dan harapan

kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap menjaga empati dan tidak gegabah dalam menilai. 

penanganan terhadap pelaku yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan harus dilakukan secara profesional oleh pihak berwenang. 

semoga korban segera pulih dari luka fisik maupun trauma, dan pelaku mendapatkan perawatan yang tepat sehingga kondisi mentalnya bisa kembali stabil.

Tag
Share