Prabowo Sebut Aceh Pulih Pascabencana Banjir dan Longsor, Begini Pernyataan Rakyat!
Prabowo klaim Aceh pulih hampir 100%, tapi aktivis menilai rakyat masih menderita. Benarkah pemulihan sudah tuntas?--Edited by Gemini AI
PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh kembali menjadi sorotan publik.
Presiden RI Prabowo Subianto menyebut bahwa pemulihan di wilayah tersebut sudah berjalan sangat cepat dan hampir mencapai 100 persen.
Namun, klaim tersebut menuai kritik dari kalangan aktivis mahasiswa yang menilai kondisi riil di lapangan masih jauh dari kata pulih.
Klaim Pemerintah: Pemulihan Hampir Selesai
Dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3/2026), Presiden Prabowo menyampaikan bahwa warga terdampak bencana sudah tidak lagi tinggal di tenda darurat.
BACA JUGA:Viral! 2 Pria di TikTok Diduga Hina Aceh
Menurutnya, masyarakat kini mulai menempati hunian sementara maupun hunian tetap.
Selain itu, pasokan listrik disebut telah menyala hampir di seluruh wilayah Aceh, hanya tersisa lima desa yang masih mengalami kendala.
Prabowo juga menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah telah tersalurkan dengan baik.
“Alhamdulillah hampir 100 persen ya. Semua sudah keluar dari tenda masuk ke hunian, listrik juga hampir semuanya sudah jalan,” ujar Prabowo.
Ia pun mengapresiasi kerja keras semua pihak, mulai dari masyarakat hingga jajaran pemerintah, dalam mempercepat pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pasca banjir besar yang melanda pada November 2025 lalu.
Kritik Aktivis: Realitas Masih Jauh dari Pulih
Meski demikian, pernyataan Presiden tersebut dianggap tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) menilai klaim “hampir 100 persen” justru menyesatkan publik.
Aktivis SMUR, Fiqi AL, menegaskan bahwa banyak warga masih bertahan di hunian sementara dengan keterbatasan akses kebutuhan dasar.