Prabowo Sebut Aceh Pulih Pascabencana Banjir dan Longsor, Begini Pernyataan Rakyat!
Prabowo klaim Aceh pulih hampir 100%, tapi aktivis menilai rakyat masih menderita. Benarkah pemulihan sudah tuntas?--Edited by Gemini AI
Infrastruktur seperti rumah, jalan, dan fasilitas umum masih rusak, sementara distribusi bantuan dinilai belum merata.
“Dalam kenyataan konkret, pemulihan belum selesai. Negara menyatakan selesai, sementara rakyat Aceh masih hidup dalam krisis pascabencana,” kata Fiqi.
Ia menambahkan, pemulihan ekonomi masyarakat juga belum berjalan optimal sehingga kehidupan warga masih penuh ketidakpastian.
Kontradiksi Narasi dan Fakta Lapangan
BACA JUGA:Penampakan Hunian Sementara Penyintas Banjir di Aceh Tamiang, Warga: Alhamdulillah Sangat Terbantu
SMUR menilai pemerintah terlalu fokus pada pencapaian administratif dan pembangunan fisik, sementara aspek sosial dan ekonomi masyarakat belum tertangani secara menyeluruh.
Kritik juga diarahkan pada transparansi penggunaan anggaran serta lambannya pembangunan di sejumlah wilayah.
“Klaim ‘hampir 100 persen’ itu adalah bentuk kebohongan publik. Narasi tersebut menutup kenyataan bahwa kondisi masyarakat masih rapuh,” tegas Fiqi.
Ia mendesak pemerintah untuk lebih jujur dalam menyampaikan kondisi, membuka data secara transparan, dan memastikan kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat terdampak.
Harapan ke Depan
Perbedaan narasi antara pemerintah dan masyarakat terdampak menunjukkan adanya tantangan besar dalam proses pemulihan bencana.
Di satu sisi, pemerintah ingin menampilkan capaian positif, sementara di sisi lain masyarakat masih berjuang dengan keterbatasan.
Ke depan, publik berharap agar pemulihan di Aceh tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan psikologis warga.
Dengan begitu, proses rehabilitasi benar-benar bisa disebut tuntas, bukan sekadar angka di atas kertas.