Ultimatum 48 Jam Trump ke Iran: Selat Hormuz Terancam Ditutup Total, Dunia Waspada Krisis Energi
Ultimatum Trump ke Iran: Selat Hormuz Terancam Ditutup Total--
BACAKORAN.CO - Selat Hormuz kembali jadi sorotan dunia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan ultimatum keras kepada Iran.
Dalam pernyataannya, Selat Hormuz diminta untuk segera dibuka kembali dalam waktu 48 jam.
Jika tidak, ancaman serangan terhadap infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik, menjadi opsi nyata.
Ketegangan di Selat Hormuz ini bukan sekadar konflik biasa. Jalur strategis ini merupakan salah satu titik terpenting dalam distribusi energi global.
Hampir 20% pasokan minyak dunia melewati kawasan ini.
Karena itu, ketika konflik memanas di Selat Hormuz, dampaknya langsung terasa ke pasar energi global.
BACA JUGA:Hunian Sementara Aceh Tamiang: Solusi Cepat Pemulihan Pascabencana yang Humanis dan Modern
Situasi di Selat Hormuz semakin memanas setelah Iran merespons ultimatum tersebut dengan ancaman balasan yang tak kalah tegas.
Pemerintah Iran menyatakan akan menutup total selat tersebut jika Amerika Serikat benar-benar menyerang fasilitas listrik mereka. Kondisi ini membuat dunia berada di ambang krisis energi yang serius.
Ultimatum yang diberikan oleh Trump muncul di tengah konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Konflik ini dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian memicu respons militer dari Teheran.
BACA JUGA:Prabowo Sebut Aceh Pulih Pascabencana Banjir dan Longsor, Begini Pernyataan Rakyat!
Iran membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai target, termasuk wilayah Israel dan kepentingan Amerika di Timur Tengah.
Eskalasi ini membuat situasi semakin tidak terkendali.