bacakoran.co - menteri energi dan sumber daya mineral (esdm), , menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (bbm) di indonesia dalam kondisi aman meskipun sejumlah negara telah menetapkan status darurat energi akibat konflik global.
pernyataan ini disampaikan bahlil saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu spbu di solo, jawa tengah.
ia memastikan cadangan nasional masih memenuhi standar minimal, yakni berkisar antara 21 hingga 28 hari.
menurut bahlil, meski dunia tengah menghadapi dampak perang antara amerika serikat dan iran yang memengaruhi rantai pasok energi, indonesia tetap mampu menjaga ketersediaan bbm.
“sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada allah, hari ini bbm di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun lpg, terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
ia menambahkan bahwa meski stok bbm memiliki batas waktu tertentu, pasokan akan terus diperbarui melalui distribusi minyak yang diolah di kilang-kilang dalam negeri.
pemerintah juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan minyak yang ada di indonesia serta memastikan pasokan impor minyak mentah sesuai dengan spesifikasi kilang tetap aman.
selain itu, langkah antisipasi dilakukan dengan mencari sumber impor alternatif di luar wilayah yang terdampak konflik iran.
“kita tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu diambil dari selat hormuz. sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik,” jelas bahlil.
sementara itu, sejumlah negara lain justru mengalami krisis energi. filipina, misalnya, sejak 24 maret 2026 telah mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global.
presiden ferdinand marcos jr. bahkan menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi memberlakukan status darurat energi nasional.
langkah ini diambil untuk menjaga kestabilan pasokan energi sekaligus menekan dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar.
sebagai strategi, filipina mengalokasikan anggaran besar untuk kebutuhan energi, mencapai 16 miliar dolar as pada tahun 2024.
situasi ini menunjukkan bahwa indonesia relatif lebih siap menghadapi gejolak energi global dibandingkan sejumlah negara lain.
dengan cadangan minyak yang memenuhi standar minimal, kilang dalam negeri yang terus beroperasi, serta diversifikasi sumber impor, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tidak terdampak langsung oleh krisis energi internasional.
keberhasilan menjaga pasokan bbm ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.