Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Meski Dunia Dilanda Darurat Energi!
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Meski Dunia Dilanda Darurat Energi!--Kompas Money
BACAKORAN.CO - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dalam kondisi aman meskipun sejumlah negara telah menetapkan status darurat energi akibat konflik global.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu SPBU di Solo, Jawa Tengah.
Ia memastikan cadangan minyak nasional masih memenuhi standar minimal, yakni berkisar antara 21 hingga 28 hari.
Menurut Bahlil, meski dunia tengah menghadapi dampak perang antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi rantai pasok energi, Indonesia tetap mampu menjaga ketersediaan BBM.
BACA JUGA:Ikut Jejak Yaqut? Permintaan Tahanan Rumah Abdul Wahid Justru Ditolak Jaksa KPK!
BACA JUGA:Viral! Oknum TNI Ditangkap Usai Transaksi Narkoba di Jaktim
“Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meski stok BBM memiliki batas waktu tertentu, pasokan akan terus diperbarui melalui distribusi minyak yang diolah di kilang-kilang dalam negeri.
Pemerintah juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan minyak yang ada di Indonesia serta memastikan pasokan impor minyak mentah sesuai dengan spesifikasi kilang tetap aman.
Selain itu, langkah antisipasi dilakukan dengan mencari sumber impor alternatif di luar wilayah yang terdampak konflik Iran.
BACA JUGA:Kebijakan Baru APBD 30% Pegawai, Ribuan PPPK Hadapi Risiko Dirumahkan, Kok Bisa?
BACA JUGA:Tahanan BNN Prabumulih Diduga Keracunan Setelah Minum Cairan Pembersih Lantai
“Kita tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik,” jelas Bahlil.
Sementara itu, sejumlah negara lain justru mengalami krisis energi. Filipina, misalnya, sejak 24 Maret 2026 telah mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global.